Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Kang Ais : Korupsi Berjamaah Anggota DPRD Karawang Bisa Terulang

KARAWANG – Semakin menggelindingnya isu tentang dugaan korupsi Pokir Anggota DPRD Karawang, kini menjadi perhatian banyak kalangan yg mendesak untuk segera diungkap Aparat Penegak Hukum (APH).

Salah seorang tokoh pergerakan Asep Irawan Syafei, kembali angkat bicara. Pria yang kerap akrab disapa Kang Ais ini diketahui salah seorang saksi hidup dan bagian dari sejarah terungkapnya sejumlah kasus korupsi yang sempat menjerat Anggota DPRD Karawang.

“Saya di sini hanya mengingatkan kepada semua anggota DPRD Karawang untuk lebih hati-hati dalam menanggapi isu dugaan korupsi berjamaah Pokir DPRD, dan jangan merasa jumawa. Karena sejarah mencatat, dulu pada masa Kajari Karawang dipimpin Pak Johanis Tanak (sekarang pimpinan KPK), telah terbukti sejumlah anggota DPRD masuk penjara gegara kasus Pokir yang saat itu dikenal proyek aspirasi,” tutur Kang Ais, Rabu (8/4/2026).

Berita Lainnya  Hashim Sebut Seharusnya Tukang Cukur hingga Warteg Dikenai Pajak untuk Biayai MBG dan Kopdes

Bukan hanya sampai di situ, pada masa Kajari Karawang, Katarina Endang Sarwestri, sebanyak 49 anggota DPRD Karawang nyaris masuk penjara akibat praktek korupsi berjamaah dalam kapasitas dan fasilitas mereka sebagai wakil rakyat. Untungnya masih bisa diselamatkan dengan skema pengembalian kerugian negara yang nilainnya miliaran rupiah.

Kang Ais juga menegaskan bahwa dirinya maupun sejumlah tokoh lainnya paham betul bahwa dugaan jual beli proyek pokir DPRD ini masih saja terjadi. Belum lagi soal tunjangan fantastis para wakil rakyat yang nilainya dianggap terlalu mewah dan menyakiti rasa keadilan rakyat.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

“Hati-hati, kita semua sudah sama-sama tau.  Kini tinggal keseriusan pihak APH untuk membongkar kasus ini,” tegasnya.

Disisi lain, jika sejumlah anggota DPRD terjerat kasus hukum, maka posisi mereka bisa digantikan melalui PAW oleh caleg lain yang memiliki suara dibawah mereka. Hal ini tentu sangat sensitif dan bisa menjadi peluang pergantian anggota dewan.

Disinggung langkah Kang Ais atas mencuatnya isu ini, kang Ais menyatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung dan Kejati Jabar.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

“Nanti tunggu tanggal mainnya,” tegas Kang Ais.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan