Selasa, Juni 9, 2026
spot_img

Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, KDM akan Hapuskan PR Sekolah yang Bebani Siswa di Rumah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menetapkan kebijakan jam masuk sekolah bagi siswa di Jawa Barat. Yaitu dimana mulai tahun ajaran 2025-2025, siswa diwajibkan masuk sekolah pukul 06.30 WIB.

Dan berkaitan dengan kebijakan pembatasan jam malam bagi siswa, yaitu diman setiap pelajar tidak diperbolehkan berada di luar rumah di atas pukul 21.00 WIB, Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengaku sedang merencanakan kebijakan penghapusan PR (pekerjaan rumah) untuk siswa.

Berita Lainnya  Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program 'Sekolah Maung'

“Seluruh pekerjaan sekolah dikerjakan di sekolah, tugas-tugas sekolah dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah,” tutur KDM, Rabu (4/6/2025).

Ditegaskan KDM, rencana kebijakan penghapusan PR bagi siswa ini bertujuan agar setiap anak bisa lebih rileks (santai) di rumah untuk membaca buku, berolahraga maupun fokus membantu orangtuanya.

“Belajar membereskan rumah, cuci piring, yang perempuan belajar masak, ngepel dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat,” terang KDM.

Berita Lainnya  Tokoh Muda Golkar Dorong 'Mas Bahlil Ganteng' Nyapres 2029

“Kemudian bisa mengikuti kegiatan les musik, les matematika dan berbagai kegiatan bermanfaat. Itu adalah arah untuk membangun anak-anak Jawa Barat yang memiliki visi dan orientasi yang kokoh untuk menjemput masa depannya,” timpal KDM.

KDM juga menyampaikan, kebijakan ini pasti akan ada yang pro dan kontra. Namun baginya, semuanya itu merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi.

“Tetapi yang paling penting adalah tujuan utama kita untuk mewujudkan anak-anak Jawa Barat yang cageur, bageur, pinter jeung singer,” tandasnya.***

Berita Lainnya  Kejari Karawang Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Penyaluran KPR pada BTN ke PT. BAS

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Studi PUSTAKA Sebut ‘Video Viral LGBT’ di THM Karawang Bisa Dijerat Pidana Kesusilaan

KARAWANG - Beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang, perlu ditindaklanjuti secara...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

SUKABUMI - Munjayin, investor asal Cikiray, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku rugi Rp 218 miliar dalam proyek pengambilalihan 97 dapur khusus Satuan...

Soal Kontroversi ‘Map Bertuliskan Bupati Karawang’ di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

KARAWANG - Terkait kontroversi keberadaan 'map bertuliskan Bupati Karawang' di rumah eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat dilakukan penggeledahan oleh Kejagung, Bupati Karawang, H....

Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

BANDUNG - Bukan hanya mantan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang terseret pusaran kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,  nama a nggota DPRD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan