Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Banjir di Karawang Makan Korban Jiwa Penyandang Disabilitas

KARAWANG – Banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang memakan korban jiwa. Seorang pemuda penyandang disabilitas mental tewas setelah diduga terperosok dan hanyut di jalanan yang terendam banjir.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/1/2026), saat banjir masih merendam permukiman dan akses jalan warga di Desa Karangligar.

“Peristiwa itu terjadi Senin kemarin. Korban bernama Adi Suwardi (29) ditemukan meninggal dunia di sekitar kediamannya, RT 01 Dusun Pangasinan, Desa Karangligar,” ujar Fiki saat dihubungi detikJabar, Selasa (20/1/2026).

Fiki menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan aparat desa. Korban terakhir terlihat sekitar pukul 13.00 WIB tengah berjalan di area banjir setinggi 80 sentimeter menuju kantor desa yang menjadi lokasi pengungsian warga.

Berita Lainnya  Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, 'Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event'

“Saat itu Ketua RT dan petugas Linmas melihat korban berjalan sendirian di tengah genangan air. Mereka menegur agar korban kembali ke rumah, namun tidak direspons. Korban justru terus berjalan menjauh,” kata dia.

Fiki mengungkap korban merupakan penyandang disabilitas mental sejak lahir. Warga sekitar telah memaklumi kondisi korban yang memang sulit diarahkan.

“Karena kondisi tersebut, warga menyadarinya. Tak lama, orang tua korban menyadari anaknya tidak ada di rumah, lalu mencarinya dan bertanya kepada Pak RT serta petugas Linmas,” paparnya.

Aparat desa segera meneruskan informasi tersebut kepada tim penanganan banjir yang bertugas di wilayah Karangligar. Seluruh personel relawan pun langsung melakukan pencarian intensif.

Berita Lainnya  Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

“Personel di lapangan menyisir area permukiman yang biasa dilewati korban. Namun, hingga sore hari pencarian belum membuahkan hasil,” ucap Fiki.

Dalam pencarian itu, tim menggunakan metode e-SAR dan perahu untuk menyisir jalan yang terendam. Petugas menduga korban terperosok ke bahu jalan yang rusak akibat tergerus banjir.

“Melalui metode e-SAR, jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.12 WIB. Lokasinya tak jauh dari titik terakhir korban terlihat. Bahu jalan di sana memang rusak tergerus banjir,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran lapangan, korban diduga terperosok ke bahu jalan yang jebol. Jalan tersebut terendam banjir dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter dan memiliki arus yang cukup kuat di sisi jalan.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir, Beranikah Kejari Karawang Ungkap Kasus yang Sama?

“Kondisi air yang keruh dan arus kuat membuat area tersebut sangat berbahaya bagi pejalan kaki. Minimnya pembatas jalan serta marka pengaman turut memperbesar risiko kecelakaan,” ujar Fiki.

“Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya laten banjir. Kami meminta warga untuk tetap waspada, membatasi aktivitas di area banjir, serta segera melapor jika melihat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” pungkasnya.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan