Sabtu, Agustus 8, 2026
spot_img

Ribuan Hektar Sawah Terancam Kekeringan, Pemkab Bekasi akan Normalisasi SS Balong Tua dan Tertibkan Ratusan Bangli

BEKASI – Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, dan camat setempat meninjau Saluran Sekunder (SS) Balong Tua di Kecamatan Sukatani hingga Tambelang untuk memastikan percepatan normalisasi guna menyelamatkan sekitar 1.500 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

Peninjauan dilakukan menyusul terganggunya distribusi air irigasi akibat sedimentasi tinggi dan keberadaan ratusan bangunan liar di bantaran saluran.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap produktivitas petani di tiga kecamatan, yaitu Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi.

Ia menyebut sebagian lahan berisiko tidak dapat ditanami apabila aliran air tidak segera dipulihkan.

Berita Lainnya  Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

“Yang terdampak hampir 1.500 hektare. Saat ini musim kemarau dan aliran air dari kali sekunder tidak lancar karena sedimentasi yang sudah tinggi ditambah adanya bangunan liar yang menghambat normalisasi,” kata Asep di Desa Sukawijaya Kecamatan Tambelang (19/6/2026).

Asep menambahkan, gangguan irigasi bukan hanya mengancam gagal panen, tetapi juga berpotensi membuat lahan tidak dapat diolah pada musim tanam berikutnya.

Ia menilai kondisi tersebut harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah.

“Air tidak sampai ke sawah. Kalau air tidak sampai, petani tidak bisa panen. Bahkan ini bukan sekadar gagal panen, tetapi ada lahan yang berpotensi tidak bisa ditanami sama sekali,” ujarnya.

Pemkab Bekasi bersama BBWS menyiapkan normalisasi sepanjang sekitar 4,5 kilometer untuk memulihkan fungsi saluran irigasi di kawasan tersebut.

Berita Lainnya  Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

Namun, pelaksanaan kegiatan terkendala sekitar 217 bangunan liar yang berada di sepanjang jalur saluran dan menghambat akses alat berat.

Pemerintah daerah menegaskan penertiban bangunan liar menjadi langkah penting agar proses pengerukan dapat berjalan efektif dan tidak terhambat di lapangan.

Meski demikian, penanganan dilakukan secara persuasif melalui pendekatan dialog dan sosialisasi kepada warga terdampak.

“Yang kita lakukan adalah komunikasi dan persuasi. Alhamdulillah sebagian besar warga memahami bahwa normalisasi ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat banyak, khususnya petani,” kata Asep.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bekasi Ganda Sasmita menyampaikan pihaknya telah melakukan pendataan serta sosialisasi kepada warga pemilik bangunan liar di sepanjang saluran.

Berita Lainnya  KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

Ia menyebut pendekatan door to door dilakukan agar warga bersedia melakukan pembongkaran mandiri sebelum penertiban lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi dan BBWS dijadwalkan segera menggelar rapat teknis untuk mematangkan pelaksanaan normalisasi serta penanganan bangunan liar di kawasan SS Balong Tua.

Langkah tersebut diharapkan mampu memulihkan distribusi air irigasi, meningkatkan kembali produktivitas pertanian, serta mencegah ancaman kekeringan yang berpotensi merugikan ribuan petani di wilayah terdampak.***

(Diskominfo Kab. Bekasi/bhf)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang – Bogor Diduga Keracunan MBG

BOGOR - Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi...

Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jabar mengungkap tindak pidana identity theft atau manipulasi data terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi Artificial Intelligence...

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan