Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Bangli di Bantaran Kali Babelan Dibongkar, Warga : Saya Menyesal Pilih Dedi Mulyadi

BEKASI – Bangunan liar (bangli) di bantaran kali dan pempadan jalan di Kampung Pulo Timaha, Babelan bakal dibongkar Satpol PP Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, besok Rabu (9/7/2025).

Pembongkaran ini merupakan tahap lanjutan setelah pemberian surat peringatan pertama pada pekan lalu dan surat peringatan kedua, hingga surat peringatan ketiga.

Demikian yang disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, Minggu (6/7/2025).

“Peringatan ketiga akan kita berikan pada hari Senin, kemudian pemberitahuan penertiban akan kita sampaikan. Hari Rabu-nya akan dilaksanakan eksekusi,” ujarnya, dikutip dari TribunBekasi.com.

Ia menuturkan, penertiban ini akan difokuskan di sepanjang Jalan Pulau Timaha, Kampung Bogor dan wilayah Pulau Timah Vila Indah.

Total ada 400 bangunan liar yang jadi target pembongkaran.

Diketahui, pembongkaran ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang sebagai program pengendalian banjir oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Ribuan Pelajar di Wamena Aksi Tolak MBG : "Kami Minta Sekolah Gratis"

“Kegiatan penertiban bangli ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi mengendalikan banjir, mengingat wilayah Babelan termasuk kawasan rawan banjir,” katanya.

Nantinya, sebanyak 74 personel Satpol PP bakal diterjunkan ke lapangan bersama dengan TNI dan Polri.

“Harapan kami, warga bisa membongkar sendiri bangunan sebelum kami lakukan pembongkaran paksa,”

“Ini demi kebaikan bersama,” katanya.

Pasangan suami istri bernama Narulloh (47) dan Dahromi (43) jadi warga Kampung Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang ikut terdampak penertiban.

Rumahnya yang berdiri di atas tanah negara terancam dibongkar besok, Rabu (9/7/2025).

Keduanya mengaku menyesal telah memilih Dedi Mulyadi saat Pilkada Jawa Barat 2024 lalu.

Penyesalan tersebut keluar setelah keduanya mendapatkan kabar rumahnya bakal dibongkar.

“Kalau rasa menyesal, saya menyesal banget saya milih dia, Pak KDM (Dedi Mulyadi),” kata Dahromi saat ditemui di kediamannya, Senin (7/7/2025).

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

Dahromi merasa tak dihargai sebagai warga negara setelah Dedi Mulyadi terpilih, ia juga meminta gubernur Jabar tersebut untuk mendengarkan keluhan dari warga yang rumahnya akan dibongkar.

“Saya merasa enggak dihargain sebagai manusia, sebagai warga Indonesia,”

“Saya sebagai rakyat kecil, seharusnya didengar rakyat kecil kayak mana, usahanya kayak mana,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Pembongkaran Bangli Sudah Berlangsung

Diketahui, pembongkaran bangunan liar atau bangli ini sudah berjalan sejak awal tahun 2025 lalu.

Pada Maret 2025 lalu, puluhan bangli di bantaran Kali Sepak Desa Srimukti dan Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi dibongkar aparat gabungan.

Berita Lainnya  Audiensi dengan BPJS Kesehatan, LSM Laskar NKRI Dorong Peningkatan Layanan dan Penguatan Aduan Masyarakat

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang pada April 2025 lalu mengatakan, penertiban bangli ini merupakan kebijakan dari pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi lahan.

“Penertiban bangli ini adalah bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya,” ujar Ade pada Rabu (23/4/2025).

Mengutip TribunBekasi.com, langkah ini merupakan bagian dari penegakan aturan dan pendekatannya harus tetap mengedepankan sisi edukatif dan kemanusiaan.

“Banyak bangunan liar yang sudah berdiri belasan bahkan puluhan tahun,”

“Kita harus memberi pemahaman bahwa tanah itu milik negara dan harus dikembalikan fungsinya,” jelasnya.

Sumber : Tribun

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan