Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Habin Rizieq Shihab Kembali Kritik Dedi Mulyadi

BANDUNG – Habib Rizieq Shihab mengkritik keputusan perubahan nama RSUD Al Ihsan setelah memuji kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kritikan Habib Rizieq Shihab karena Dedi Mulyadi mengubah nama RSUD Al Ihsan di Kabupaten Bandung menjadi RSUD Welas Asih.

Sorotan Habib Rizieq Shihab terhadap keputusan Dedi Mulyadi ketika mengisi kajian di wilayah Megamendung, Bogor.

“Saudara, kita lihat Gubernur Jawa Barat, ada Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat namanya RSUD Al Ihsan,” ucap Habib Rizieq Shihab dikutip dari tayangan channel YouTube HENDRI OFFICIAL, Senin (7/7/2025).

Berdasarkan video viral di media sosial, Habib Rizieq bercerita asal-usul RSUD Al Ihsan ketika awal dibangun.

HRS sapaan akrabnya menuturkan, pembangunan RSUD Al Ihsan tak lekang dari kerja sama Pemda setempat dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Ia melanjutkan, dana pembangunan rumah sakit tersebut berasal dari uang umat dan hasil infak hingga berbagai amalan lainnya.

“Uangnya dari infak, sedekah, zakat dibangunlah Rumah Sakit Umum Daerah. Jadi, nggak sepenuhnya duit itu dari APBD, nggak sepenuhnya dari anggaran negara,” jelasnya.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Korupsi KPR, Kerugian Negara Rp237 Miliar

Penamaan Al Ihsan, kata dia, atas hasil kompromi atau diskusi antara pihak BAZNAS dan Pemda setempat.

Mantan Imam Besar FPI itu berpendapat nama Al Ihsan sangat cocok dipakai untuk RSUD yang berlokasi di Kabupaten Bandung tersebut.

“Saya mau tanya bagus enggak itu namanya? Bagus, tapi ada yang gerah. Nah, tahu-tahu gubernur sekarang minta ganti dengan Welas Asih,” terangnya.

HRS menyebutkan, sebenarnya tidak ada larangan pergantian nama dari Al Ihsan berubah menjadi Welas Asih.

“Tapi ada urusan apa Al Ihsan diganti dengan Welas Asih? Kalau gubernur mau bikin rumah sakit baru, kasih nama Welas Asih, silakan,” terangnya.

“Kenapa yang sudah ada uang dari bantuan umat kok diganti dari Al Ihsan ke Welas Asih?,” sambungnya sambil bertanya.

Menurut Habib Rizieq, keputusan KDM bisa terjadi pemborosan dan bertentangan kebijakan efisiensi dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan itu juga wajib merubah data seluruh administrasi, sehingga biaya yang dikeluarkan sangat banyak.

Berita Lainnya  Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

Selain itu, Habib Rizieq juga menyinggung kata “Al Ihsan” identik nama dari basis bahasa Arab.

Padahal, ada beberapa kata dari bahasa Arab telah menjadi bahasa yang masuk KBBI bahasa Indonesia.

Habib Rizieq menjelaskan, bahasa Indonesia sangat fleksibel dan jumlahnya semakin banyak kata dari hasil rangkuman berbagai bahasa.

“Jadi ada bahasa-bahasa daerah, apakah itu bahasa Sunda, Jawa, itu sudah menjadi bahasa Indonesia. Bahkan, ada juga bahasa Arab masuk jadi bahasa daerah lalu jadi bahasa Indonesia,” bebernya.

Akibat perubahan nama Al Ihsan, ia kembali menyinggung ucapan salam “Assalamualaikum” berubah “sampurasun”.

Pergantian ucapan tersebut tuai polemik ketika Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

“Bukan sampurasun itu jelek, sampurasun itu bagus, tapi enggak boleh menggantikan Assalamualaikum. Silakan setelah salam pakai sampurasun tidak apa-apa,” tegasnya.

Walau begitu, Dedi Mulyadi memberikan alasan terkait mengganti Al Ihsan jadi Welas Asih agar lebih dekat dengan karakter warga Jawa Barat.

Berita Lainnya  Hendak Transaksi Senpi, TNI Ringkus Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo

Habib Rizieq menegaskan, perubahan nama rumah sakit itu rentan terjadinya rasis dalam urusan keyakinan agama.

“Ini kita jauhkan, sikap rasis semacam ini haram, karena beberapa waktu lalu sang gubernur terang-terangan bicara Islam,” tukasnya.

Terlepas dari kritikan tersebut, Habib Rizieq sebelumnya menyiratkan pujian terhadap kinerja Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat.

Isyarat tersebut mengingat HRS membantah isu pemerintah menghapus eksistensi Pondok Pesantren Markaz Syariat di Megamendung, Bogor.

Isu itu santer di tengah masyarakat karena Pondok Pesantren Markaz Syariat digosipkan telah digusur oleh Dedi Mulyadi.

“Itu kabar bohong. Pesantrennya ada, santrinya ada, gurunya ada, perpustakaan ada, masjidnya ada, pengajian juga ada. Jadi, kalau ada yang bilang pemerintah mengganggu itu hoaks. Pemerintah nggak ganggu pesantren,” tukas Habib Rizieq.

Sumber : TvOneNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan