Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Nilai MCSP Rendah, Bekasi Masuk Zona Merah Pengawasan KPK

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendapat sorotan tajam dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah masuk kategori zona merah pengawasan berdasarkan hasil penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).

Penilaian tersebut menempatkan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah dengan skor terendah dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa hasil penilaian MCSP seluruh pemerintah daerah dapat diakses publik secara terbuka melalui laman jaga.id.

“Capaian MCSP seluruh pemda, termasuk Kabupaten Bekasi, bisa diakses masyarakat secara terbuka,” ujarnya.

Skor Rendah, Posisi Hampir Buncit di Jawa Barat Dalam laporan terbaru MCSP, Kabupaten Bekasi hanya memperoleh 44,4 poin, menempatkannya di posisi 25 dari 28 pemerintah daerah di Jawa Barat.

Angka tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan skor terendah keempat se-provinsi. KPK memandang skor ini sebagai indikator serius lemahnya upaya pencegahan korupsi.

Berita Lainnya  Jatuh Cinta sama Pria yang Ngaku-ngaku Stafsus KDM, Wanita di Subang Tertipu Puluhan Juta

Instrumen MCSP menilai delapan area tata kelola pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan aset, optimalisasi pendapatan, hingga peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Menurut Budi, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai salah satu daerah yang paling banyak belum mengunggah bukti dukung (evidence) pada delapan area tersebut.

“Kondisi ini mengindikasikan lemahnya kepatuhan dan komitmen birokrasi terhadap standar pencegahan korupsi yang telah ditetapkan,” katanya.

KPK Soroti Seleksi Jabatan ASN di Pemkab Bekasi

KPK turut menyoroti proses seleksi terbuka sekretaris daerah dan delapan jabatan eselon II yang sedang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  Guru Sekolah 'Ngawaluy', Om Zein Semprot Pejabat Dinas Pendidikan

Proses ini dinilai masih jauh dari prinsip transparansi dan berintegritas.

“Proses seleksi jabatan ASN harus dilakukan secara transparan, bebas dari konflik kepentingan, dan berintegritas. Ini titik rawan koruptif yang perlu diawasi ketat,” tegas Budi.

KPK memberikan perhatian khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang beserta jajarannya agar memperbaiki tata kelola pemerintahan, terutama dalam manajemen kepegawaian yang dinilai belum optimal.

KPK juga menerima indikasi adanya ketidakterbukaan dan dugaan praktik kolusi serta nepotisme dalam proses seleksi jabatan.

Alarm Keras bagi Pemkab Bekasi

Pengamat kebijakan publik Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, Hamludin, menilai rapor merah dari KPK sebagai alarm keras bagi Pemkab Bekasi untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh.

“Nilai rendah ini mencerminkan adanya masalah serius baik pada aspek administrasi maupun implementasi kebijakan antikorupsi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Para Polwan Cantik Subang Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir Pamanukan

Ia menekankan bahwa penilaian buruk dari KPK yang disampaikan secara terbuka merupakan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melakukan koreksi mendalam. Salah satunya dengan memastikan proses seleksi sekretaris daerah dan pejabat pimpinan tinggi pratama dilakukan tanpa kepentingan tertentu.

“Jangan sampai terjadi tukar-menukar jabatan dengan imbalan tertentu. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan tidak ada nepotisme maupun kolusi dalam rotasi, mutasi, dan promosi pejabat,” ujar Hamludin. (antara/jpnn)

Artikel ini telah tayang diJPNN.comdengan judul
“Kabupaten Bekasi Masuk Zona Merah Pengawasan KPK”,
https://jabar.jpnn.com/jabar-terkini/28158/kabupaten-bekasi-masuk-zona-merah-pengawasan-kpk?page=3

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jual Tanah Negara ke Perusahaan, Kades di Subang dan 4 Anak Buahnya Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Diduga terlibat dalam pengalihan aset negara secara ilegal, Kepala Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, serta 4 perangkatnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Kajari...

9 Warga Subang Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan

SUBANG - Sebanyak 9 warga Kabupaten Subang dilaporkan tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan jenis Vodka BigBoss atau yang dikenal dengan sebutan gembling...

Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang – Jababeka

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten...

Reses Abi Azis, Masyarakat Dapil 4 Lebih Dominan ke Aspirasi Pembangunan Pertanian

KARAWANG - Agenda Reses II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Karawang - Jawa Barat resmi dimulai. Khusus untuk wilayah Dapil 4 yang meliputi Kecamatan...

Bukan Diskotik, Theatre Night Mart Tegaskan Hanya Ajukan Izin Reto dan Bar di Jalan Tuparev

KARAWANG - Polemik dan kontroversi bakal adanya Tempat Hiburan Malam (THM) di jantung Kota Karawang, tepatnya di kawasan bisnis dan perdagangan di Jalan Tuparev,...

Peristiwa

9 Warga Subang Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan

SUBANG - Sebanyak 9 warga Kabupaten Subang dilaporkan tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan jenis Vodka BigBoss atau yang dikenal dengan sebutan gembling...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI