Jumat, Agustus 21, 2026
spot_img

50% APBD Bekasi Habis untuk Gaji Pegawai

BEKASI – Penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) secara masif mulai berimbas pada neraca keuangan daerah. Hampir 50% Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi dihabiskan untuk menggaji pegawai.

Di sisi lain, Kabupaten Bekasi memiliki sejumlah kewajiban yang harus dibiayai, mulai dari pemilihan kepala desa hingga utang Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Pintar (JKN-KIS).

Dengan beban belanja pegawai serta kewajiban ke­uangan yang harus dibiayai, membuat porsi anggaran untuk pembangunan serta program kemasyarakatan lainnya berkurang. Kondisi ini di­perparah dengan berkurangnya dana transfer dari pusat ke daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Ade Sukron Anas pun mendesak Bupati untuk mengoptimalkan pengalokasian anggaran serta menyiapkan strategi jitu agar hak masyarakat memperoleh pembangunan tetap terpenuhi.

”Ini yang saya sampaikan selama ini. Bagaimana bisa dengan kondisi yang ada sa­at ini, APBD terbatas tapi belanja pegawai yang kemudian membengkak. Ini tidak bisa hanya berkaca pada pola anggaran sebelumnya, ka­rena kondisinya yang berbeda. Saya harap, Bupati segera mengambil langkah, dan kami siap membahas bersama,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.

Berita Lainnya  Banyak Kasus Keracunan MBG, DPD RI : Anggaran Bahan Makanan Perlu Ditambah Jadi Rp 15-20 Ribu

Berdasarkan rancangan APBD 2026, pendapatan da­erah ditaksir mencapai Rp 7,28 triliun. Jumlah itu terdiri dari pendapatan asli daerah Rp 4,34 triliun lebih, dengan kontribusi ter­besar bersumber dari pajak daerah Rp 3,85 triliun lebih. Lalu pendapatan transfer Rp 2,93 trili­un lebih yang bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat Rp 2,49 triliun lebih, dan pendapatan transfer antardaerah Rp 438,04 miliar lebih.

Namun, hampir setengah dari pendapatan tersebut digunakan untuk gaji pegawai. Melonjaknya gaji pegawai tidak lepas dari pengang­kat­an PPPK yang terbilang ma­sif. Teranyar, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang me­lantik 3.078 PPPK paruh wak­tu, pekan lalu. Dengan pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi total memiliki 25.562 pegawai.

Berita Lainnya  Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Gowa Ricuh, Husniah Talenrang Bawa Wanita Hamil

Perampingan

Ade mengatakan, salah sa­tu yang bisa diupayakan, yak­ni perampingan organi­sasi perangkat daerah. Dinas yang masih dalam satu rum­pun dapat digabung sehingga biaya operasional bisa di­tekan.

“Misalnya, perindustrian dan perdagangan dapat disa­tukan menjadi lebih ram­ping. Bappeda (Badan Pe­ren­canaan Pembangunan Da­­erah) dengan Balitbangda (Badan Penelitian dan Pe­ngembangan Daerah). Upa­ya semisal ini bisa dilakukan dengan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ucap dia

Ade mengakui adanya pem­bengkakan anggaran un­tuk gaji pegawai. Dari ba­tasan ideal 30%, kini melonjak hampir 50% Oleh karena itu, untuk langkah sementa­ra, dirinya melarang penerimaan pegawai baru.

”Saya sampaikan kepada se­luruh perangkat daerah, ja­ngan lagi ada yang mela­kukan rekrutmen pegawai. Belanja pegawai kita sebe­lum pengangkatan PPPK saja sudah 40 persen lebih. Se­te­lah penambahan ini bisa men­capai 50 persen,” ucapnya.

Berita Lainnya  Daniel Mutaqien Didapuk Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Golkar Karawang Sampaikan Apresiasi dan Selamat

Saat ini, kata Ade, Tim Ang­garan Pemerintah Dae­rah (TAPD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan seluruh perangkat dae­rah, diminta untuk berinovasi dalam mencari sumber pendapatan baru.

Ade menekankan penting­nya memaksimalkan potensi daerah, mulai dari penyu­sun­an peraturan daerah (per­da) retribusi, optimali­sasi aset, hingga penertiban kewajiban pengembang pe­ru­mahan terkait fasilitas sosial dan fasilitas umum.***

Sumber Artikel berjudul ” APBD Kabupaten Bekasi Terbebani Gaji Pegawai, Hampir 50% Anggaran Habis untuk Bayar Gaji “, selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-3039806493/apbd-kabupaten-bekasi-terbebani-gaji-pegawai-hampir-50-anggaran-habis-untuk-bayar-gaji?page=2

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Tapung Keracunan Menu MBG

RIAU - Puluhan tepatnya 81 siswa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026). Para...

Bukan ODGJ, Pria Mengamuk di Lenteng Agung Ternyata di Bawah Pengaruh Miras

JAKARTA - Pria tanpa busana bernama Josua mengamuk dan memukuli pengendara motor di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026) malam, bukan orang dengan...

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan