Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Bertambah, 9 Negara Akui Kedaulatan Palestina, Netanyahu Semakin Tersudut

JAKARTA – Sejumlah negara akhir-akhir ini terus memberikan dukungan berupa pengakuan atas kedaulatan negara Palestina. Hal ini terjadi saat wilayah pesisir negara itu, Gaza, serta Tepi Barat, terus mendapatkan tekanan militer dari Israel.

Terbaru, pada Senin (22/9/2025), sejumlah negara telah mengatakan pengakuannya dalam sesi Majelis Umum PBB. Beberapa negara juga telah menyuarakan hal ini sebelum sesi tersebut digelar.

Berikut sejumlah negara yang akhirnya mengakui Palestina:

1. Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pidatonya di PBB, menyatakan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina adalah langkah yang diperlukan untuk mengakhiri siklus kekerasan dan memberikan harapan baru bagi solusi dua negara.

Ia menegaskan bahwa ini bukanlah keputusan yang menentang Israel, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan kondisi bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Macron juga menekankan pentingnya Otoritas Palestina yang direformasi dan demokratis sebagai mitra dalam proses perdamaian, serta menyerukan diakhirinya pendudukan Israel di wilayah Palestina.

2. Inggris
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi dengan sekutu internasional untuk menghidupkan kembali proses perdamaian. Pernyataan resmi mereka menyoroti bahwa pengakuan ini adalah langkah untuk menegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang langgeng.

Berita Lainnya  Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang

Pemerintah Inggris juga menggarisbawahi bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan perlunya memberikan cakrawala politik yang positif bagi rakyat Palestina.

3. Kanada
Serupa dengan Inggris, Kanada mengumumkan pengakuannya sebagai bagian dari langkah bersama untuk mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Pemerintah Kanada menyatakan bahwa pengakuan ini sejalan dengan hukum internasional dan kebijakan lama Kanada yang mendukung solusi dua negara.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa langkah ini tidak mengurangi komitmen Kanada terhadap keamanan Israel, melainkan bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih seimbang untuk negosiasi di masa depan.

4. Australia
Pemerintah Australia, dalam pengumumannya, menyatakan bahwa mengakui negara Palestina akan membantu menyamakan kedudukan dalam negosiasi dengan Israel.

Mereka berpendapat bahwa pengakuan ini adalah kontribusi praktis untuk perdamaian dan akan memperkuat suara moderat Palestina yang berkomitmen pada solusi dua negara.

Australia juga menyatakan keprihatinannya atas ekspansi permukiman Israel yang dianggap sebagai hambatan bagi perdamaian.

5. Luksemburg
Perdana Menteri Luksemburg, Luc Frieden, menjelaskan bahwa keputusan negaranya untuk mengakui Palestina bukan ditujukan untuk menentang Israel, melainkan karena tindakan pemerintahan Perdana Menteri Netanyahu yang menolak solusi dua negara.

Berita Lainnya  PKB Karawang Berangkatkan 120 Warga yang Ikut Mudik Gratis

Frieden menekankan bahwa tujuan Luksemburg adalah agar kedua negara dan rakyatnya dapat hidup berdampingan dalam damai dan kemakmuran. Ia melihat pengakuan ini sebagai cara untuk memberikan kesempatan kedua bagi solusi dua negara.

6. Malta
Perdana Menteri Malta, Robert Abela, dalam pidatonya di PBB, mengakui bahwa jalan menuju solusi dua negara itu “panjang dan sulit.” Namun, ia menegaskan bahwa “kedalaman tragedi saat ini harus menjadi pemicu bagi dunia untuk tidak menyerah, tetapi untuk melangkah.”

Abela juga menambahkan, “Hanya karena sesuatu itu sulit bukan berarti tidak mungkin.” Sikap Malta ini mencerminkan dukungannya yang telah lama ada terhadap perjuangan Palestina dan solusi dua negara.

7. Andorra
Menteri Luar Negeri Andorra, Imma Tor Faus, menyatakan bahwa “waktunya telah tiba untuk menyelesaikan masalah Palestina” melalui penerapan “solusi dua negara.” Ia mengumumkan bahwa pemerintahannya sedang bekerja agar dalam waktu dekat dapat mengakui negara Palestina.

Pernyataan ini menunjukkan keselarasan Andorra dengan negara-negara Eropa lainnya dalam mendorong penyelesaian konflik yang adil.

8. Monako
Pangeran Albert II dari Monako mengumumkan di PBB bahwa negaranya mengakui negara Palestina berdasarkan hukum internasional. Sambil menegaskan kembali “dukungan tak tergoyahkan terhadap keberadaan Israel,” ia menyatakan keinginan untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Berita Lainnya  Maksiat di Bulan Suci Ramadhan, Aparat Gabungan Amankan 26 Pasangan 'Kumpul Kebo'

Langkah ini menunjukkan upaya Monako untuk mendukung solusi yang seimbang dan berkelanjutan berdasarkan pengakuan bersama.

9. Belgia
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya bergabung dengan negara-negara lain dalam mengakui negara Palestina untuk memberikan “sinyal politik dan diplomatik yang kuat kepada dunia.”

Namun, pemimpin Belgia tersebut menambahkan bahwa pengakuan hukum atas negara Palestina hanya dapat dilanjutkan “setelah semua sandera dibebaskan dan semua organisasi teroris seperti Hamas telah disingkirkan dari pemerintahan Palestina.”

“Pelaksanaan hubungan diplomatik yang efektif dengan negara baru Palestina, termasuk pembukaan kedutaan Belgia dan penyelesaian perjanjian internasional, akan dilaksanakan setelah tujuan Deklarasi New York tercapai,” tambah De Wever.

Artikel ini telah terbit di CNBC Indonesia “Netanyahu Makin Tersudut, 9 Negara Baru Akui Palestina” selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250923131101-4-669408/netanyahu-makin-tersudut-9-negara-baru-akui-palestina

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan