Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Sempat Buron, Pelaku Pembunuhan Mantan Ketua Ormas di Purwakarta Diringkus Polisi

Seorang pria bernama Asep Budi Kusnadinata (52) ditemukan tewas bersimbah darah di halaman depan rumahnya di kampung Malang Nengah Wetan, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Kamis (20/03/2025).

Korban jadi sasaran pembunuhan oleh seorang pelaku yang kabur usai beraksi. Lima hari buron, pelaku pembunuhan Asep Budi berhasil diringkus.

Pelaku yang bernama Ade Zaenal Bukhori (51) tersebut diringkus polisi di sebuah kos di Cianjur, Jawa Barat.

Ade membunuh korban dengan cara menusuk dengan senjata tajam berulang kali. Alasan pelaku membunuh korban adalah karena dendam pribadi.

Demikian yang disampaikan Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah.

“Pada Kamis (20/3) sekitar pukul 05.10 WIB, pelaku mendobrak pintu rumah korban dan langsung menyerang Asep yang sedang tidur.”

“Dengan menggunakan sangkur (senjata tajam), pelaku menusuk korban di dada kiri, dada kanan, dan lengan kiri, mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat,” ujarnya, Selasa (25/3/2025).

Mengutip TribunJabar.id, Lilik menuturkan, pelaku langsung melarikan diri ke rumah saksi berinisial AJ usai melancarkan aksinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Muchammad Arwin Bachar mengatakan, antara korban dan pelaku masih memiliki hubungan kerabat.

“Pelaku diduga memiliki dendam karena sehari sebelum pembunuhan, korban sempat melaporkan keponakan pelaku terkait penggunaan narkoba,” ujar Arwin.

Arwin menambahkan, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP terkait pembunuhan atau Jo Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup,” katanya.

Sebelumnya diwartakan, Asep Budi Kusnadinata ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumahnya. Korban diketahui merupakan mantan Ketua Ormas GMBI di Purwakarta.

Kerabat korban, Sandra mengatakan, saat itu korban tengah beristirahat di ruang tengah.

Tiba-tiba terjadi keributan yang membuat Sandra yang sedang di kamar mandi keluar.

Saat keluar tersebut, Asep Budi sudah terluka parah.

“A Budi ngejar pelaku keluar rumah, saya teriak minta tolong, tapi A Budi sudah banyak luka terus banyak darah juga,” ujar Sandra dengan suara gemetar kepada wartawan di lokasi, Kamis (20/3/2025).

Kepada TribunJabar.id, korban alami luka sabetan sajam di pelipis, mata, dada, dan luka tusuk di perut.

Sandra menuturkan, pelaku menggunakan penutup muka saat beraksi.

“Dia pakai kupluk dan penutup muka, bawa pisau. Saya tidak kenal siapa dia,” katanya.

Ada laporan dari warga bahwa pelaku menanyakan alamat rumah korban dan meminta diantar ke Jatiluhur setelah kejadian,” ujar Ivan.

Sumber : Tribun

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan