Kamis, Juli 23, 2026
spot_img

Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

KULON PROGO – Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat setidaknya 105 korban mengalami gejala keracunan (mual, muntah, dan diare) akibat menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dampak kejadian meluas, korban terdiri dari 98 siswa SMPN 3 Wates, tenaga pendidik, hingga ibu hamil dan menyusui.

Akibat peristiwa ini, operasional dapur SPPG Karangwuni dihentikan sementara.

Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo tidak hanya menimpa siswa sekolah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat ada ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang turut mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berita Lainnya  Siswa SMPN 3 Wates Dua Kali Keracunan MBG, Orang Tua Minta Program Dihentikan

Susilaningsih menuturkan, keterlibatan ibu hamil dan ibu menyusui dalam kasus ini tidak terlepas dari cakupan layanan SPPG yang tidak hanya menyasar anak sekolah.

Program tersebut juga melayani kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui jaringan posyandu.

“Karena memang SPPG ini sudah melayani 3B. Jadi busui, bumil, balita, dan anak sekolah,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, nyeri perut menjadi keluhan yang paling dominan, disusul diare dan pusing.

Meski ada ibu hamil yang terdampak, Susilaningsih memastikan kondisi pasien secara umum tidak menunjukkan gejala berat.

Seluruh korban yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masih dapat ditangani secara rawat jalan dan tidak memerlukan tindakan medis intensif seperti pemberian cairan infus.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Nyaris Ricuh, Polisi Hampir Adu Fisik dengan Mahasiswa

Dinkes juga belum memperoleh informasi pasti mengenai usia kehamilan pasien tersebut sehingga potensi dampaknya terhadap kehamilan masih terus dipantau.

“Ya semoga kalau nyeri perutnya tidak berlebihan kemudian hamilnya sudah masuk di trimester dua ya insyaallah tidak mengakibatkan kontraksi dari rahimnya,” imbuhnya.

Selain menelusuri sumber dugaan keracunan, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sementara itu, investigasi awal menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi berkontribusi terhadap kasus tersebut.

Berita Lainnya  Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

Mulai dari jeda waktu yang panjang antara proses memasak dan konsumsi makanan, potensi kontaminasi silang saat pengolahan, hingga temuan petugas yang tidak menggunakan alat pelindung diri berdasarkan rekaman CCTV.

Namun Dinkes menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Termasuk apakah peristiwa keracunan itu berasal dari program MBG atau tidak.

“Untuk pastinya tentu kita seperti biasa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tandasnya.***

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

SURABAYA - Mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, menjadi tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024 sebesar Rp 10,2 miliar. Satwa...

Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

GARUT - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansuriah di Mekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluh sakit perut, mual,...

Dari Mual hingga Gatal-gatal, 14 Siswa SMA di Pasuruan Keracunan MBG

PASURUAN - Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis...

Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

DALAM Romeo and Juliet, William Shakespeare menggugat melalui Juliet: "What’s in a name? A rose by any other name would smell as sweet." Di hadapan...

Kang Jimmy ‘Blak-blakan’ Mesra Lagi dengan PKB

KARAWANG - Simpang siur mengenai kabar politisi Karawang - Jawa Barat, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) 'mesra lagi' dengan PKB akhirnya terjawab sudah. Di momentum...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan