PASURUAN – Sebanyak 14 siswa kelas X SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/7/2026).
Para siswa tersebut mengalami keluhan mulai dari mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pandaan, Imad menyebutkan bahwa belasan pelajar yang terdampak terdiri dari 11 siswi perempuan dan tiga siswa laki-laki.
“Total ada 14 pelajar yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah kami. Semuanya pelajar kelas X,” ujar Imad, Rabu (22/7/2026).
Imad menjelaskan, peristiwa itu bermula setelah para siswa kelas X mengikuti kegiatan matrikulasi.
Sekitar pukul 11.45 WIB hingga 12.15 WIB, para siswa berkumpul di aula lantai atas sekolah untuk menyantap makanan bersama.
Namun, tidak lama setelah selesai makan, beberapa siswa mulai mengeluhkan sakit pada tubuh mereka.
“Setelah selesai makan, tiba-tiba ada pelajar mengeluh mual-mual, muntah-muntah, gatal-gatal, dan lainnya. Langsung kami lakukan tindakan pertolongan medis,” kata Imad.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah langsung membawa para siswa ke IGD Puskesmas Pandaan.
Kemudian, sembilan siswa yang membutuhkan penanganan medis di puskesmas dan lima siswa lainnya ditangani di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) karena kondisinya berangsur membaik.
Menurut Imad, pihak sekolah menerima total 1.296 paket MBG yang tiba sekitar pukul 11.00 WIB dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbergedang, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
Paket MBG tersebut terdiri nasi putih, tempe bacem, mugget, sayuran capcay, selada, saus, serta buah jeruk.
Salah seorang siswa laki-laki yang menjalani perawatan mengaku merasakan gatal di area tertentu usai mengonsumsi makanan tersebut.
“Pertama mual-mual dulu, setelah itu gatal-gatal di bibir dan telinga. Sedangkan ada teman saya yang mual dan sesak nafas,” ungkapnya
Sementara itu, salah satu dokter jaga IGD Puskesmas Pandaan, dr. Reviola, menyampaikan bahwa para pelajar datang dengan keluhan yang bervariasi, mulai dari kram, menggigil, nyeri perut, hingga sesak napas.
“Penanganan kami lakukan sesuai kebutuhan dan keluhan, ada yang dengan pemberian oksigen, infus, dan obat minum,” pungkasnya.***
Sumber : Kompas










