Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Puluhan Siswa dan Wali Murid Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan Setelah Diduga Keracunan MBG

JEMBER – Baru saja kembali dimulai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi menuai sorotan publik. Yaitu dimana sekitar 29 siswa dan wali murid kembali diduga mengalami keracunan akibat menyantap menu MBG.

Mereka mendadak mengeluhkan diare hingga lemas usai menyantap menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari. Menu tersebut dibagikan kepada warga pada Selasa (14/7/2026).

Sejumlah korban bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisinya yang melemas.

Salah satu wali murid yang menjadi korban, Siti Munawaroh, menceritakan awal mula dirinya bisa keracunan. Saat itu, ia mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh kedua anaknya yang masih bersekolah di SDN Karangsono dan salah satu TK.

Berita Lainnya  PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

“Saya mendapatkan makanan dari anak saya,” kata Siti, Kamis (16/7/2026).

Dia membeberkan, kotak makan gratis itu berisi nasi, tempe orak-arik, tumis manis, buah anggur, dan telur puyuh. Namun, ia sempat menaruh curiga karena kondisi telur yang ada di dalam menu tersebut.

“Telurnya bau, padahal sudah saya cuci,” ujarnya.

Tak berselang lama setelah menghabiskan makanan tersebut, Siti langsung mengalami gejala diare yang sangat hebat.

“Ya gak tau, tiba-tiba saja saya mancur-mancur (diare hebat),” paparnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima dari Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Bangsalsari pada Rabu malam dan langsung diteruskan kepada dirinya serta Bupati Jember.

Berita Lainnya  Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

Menurut Fauzi, Bupati Muhammad Fawait memberikan perhatian khusus terhadap insiden itu dan menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga.

“Seluruh korban dipastikan mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan. Semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tandasnya.

Berdasarkan data sementara, korban dari dugaan keracunan makanan ini menyasar berbagai kalangan usia. Mulai dari tujuh murid Taman Kanak-Kanak (TK), sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), beberapa balita Posyandu, hingga wali murid.

Berita Lainnya  Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

Gejala yang dialami para korban pun cukup beragam. Mulai dari diare, mual, sakit perut, pusing, hingga tubuh yang lemas.

Saat ini, para korban dilaporkan menjalani perawatan intensif yang tersebar di tiga lokasi fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari Klinik Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji dan Puskesmas Paleran, Kecamatan Umbulsari.

Kendati demikian, beberapa korban yang mengalami gejala ringan dilaporkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis awal.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan