Sabtu, Juli 4, 2026
spot_img

Warga Karawang Barat Keluhkan Serangan Kutu Beras, Mata Anak Sampai Bengkak

KARAWANG – Warga di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengeluhkan serangan kutu beras yang diduga berasal dari gudang penyimpanan beras di sekitar permukiman.

Salah seorang warga, Ahmad Kamil, mengaku harus membersihkan rumahnya hingga tiga sampai lima kali dalam sehari lantaran banyak kutu beras yang masuk ke dalam rumah. Jumlah kutu itu meningkat terutama pada pagi dan malam hari.

“Bahkan pada Sabtu malam, istri saya kemasukan kutu beras hingga telinganya mengeluarkan darah. Ada juga anak tetangga yang mengalami hal serupa,” ujar Ahmad, dilansir dari Kompas.

Anah, warga lainnya, mengaku merasakan hal serupa. Ia menyebut anaknya mengalami mata bengkak yang diduga akibat banyaknya kutu beras di lingkungan rumah.

Berita Lainnya  Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP, Demo Mahasiswa Tutup Akses Menujul Tol Karawang Barat

Menurutnya, laporan yang telah disampaikan kepada pihak terkait hingga kini belum mendapat penanganan.

“Kalau keluar rumah, kutunya sangat banyak. Anak saya juga matanya bengkak. Sudah kami laporkan, tetapi belum ada tanggapan. Harusnya segera dilakukan penyemprotan atau penanganan,” ujar Anah.

Kepala Bulog Karawang Rafki Ismael memastikan, pihaknya segera menindaklanjuti persoalan kutu beras itu bersama pengelola gudang. Bulog, kata dia, telah menerapkan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) sebagai standar dalam mengendalikan hama selama proses penyimpanan beras.

Berita Lainnya  Raker VII NHRI, Arif Dianto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

“Pada penyimpanan beras, hama memang memiliki siklus hidup. Karena itu kami terus melakukan upaya pengendalian melalui berbagai langkah, seperti fumigasi pada komoditas dan penyemprotan (spraying) di lingkungan gudang. Langkah tersebut bertujuan mengendalikan tingkat serangan hama di gudang penyimpanan beras Bulog,” ujarnya.

Rafki menyebut, Bulog bersama pihak pengelola gudang, BGR melakukan monitoring langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Memang ada beberapa warga yang terdampak, dan hal itu sudah kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera teratasi. Bulog bersama BGR akan bertanggung jawab agar kenyamanan masyarakat di sekitar gudang tetap terjaga,” katanya.

Berita Lainnya  Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas

Meski begitu, Rafki memastikan keberadaan kutu beras tidak memengaruhi mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Sebab, kutu beras yang ada merupakan hama sekunder sehingga tidak menyerang komoditas secara langsung.

“Sebelum beras disalurkan, kami juga rutin melakukan proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas. Karena itu, kami memastikan beras yang diterima masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi,” ujar Rafki.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

MUI Minta Koruptor Dihukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia dijatuhi hukuman mati. Dampak destruktif dari korupsi dinilai telah berada...

Janji Dedi Mulyadi 7 Tahun Lalu Kembali Ditagih, Bendungan Situdam Kembali Menghitam Tercemar Limbah Industri

KARAWANG - Janji Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sekitar 7 tahun lalu sewaktu masih menjabat sebagai Anggota DPR RI, kembali ditagih warga...

Riset BRIN Sebut Tanah Pantura Subang Turun 2,8 Cm/Tahun, Banjir Rob Mengancam

SUBANG - Hasil riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kabupaten Subang mengungkap kondisi mengkhawatirkan di pesisir pantai utara. Laju penurunan tanah...

Imbas Kontroversi Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’, Bupati Purwakarta Diperiksa Kemendagri Selama 8 Jam

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, imbas kontroversi terkait lagu 'Lalaki Langit Lalanang...

Polisi Ringkus 3 Pelaku Begal yang Tewaskan Pengemudi Ojek Online

KOTA BEKASI - Polisi menangkap tiga pelaku begal berinisial MF (20), RTF, (20), dan MRA (20), yang menewaskan seorang pengemudi ojek online berinisial DTLP...

Hukum

MUI Minta Koruptor Dihukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia dijatuhi hukuman mati. Dampak destruktif dari korupsi dinilai telah berada...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan