Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Warga Karawang Barat Keluhkan Serangan Kutu Beras, Mata Anak Sampai Bengkak

KARAWANG – Warga di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengeluhkan serangan kutu beras yang diduga berasal dari gudang penyimpanan beras di sekitar permukiman.

Salah seorang warga, Ahmad Kamil, mengaku harus membersihkan rumahnya hingga tiga sampai lima kali dalam sehari lantaran banyak kutu beras yang masuk ke dalam rumah. Jumlah kutu itu meningkat terutama pada pagi dan malam hari.

“Bahkan pada Sabtu malam, istri saya kemasukan kutu beras hingga telinganya mengeluarkan darah. Ada juga anak tetangga yang mengalami hal serupa,” ujar Ahmad, dilansir dari Kompas.

Anah, warga lainnya, mengaku merasakan hal serupa. Ia menyebut anaknya mengalami mata bengkak yang diduga akibat banyaknya kutu beras di lingkungan rumah.

Berita Lainnya  Bukan Hanya Dinonaktifkan, HMI Desak 8 Anggota Polresta Karawang Dicopot, Tuntut Kapolresta Mundur Jika Tak Tegas

Menurutnya, laporan yang telah disampaikan kepada pihak terkait hingga kini belum mendapat penanganan.

“Kalau keluar rumah, kutunya sangat banyak. Anak saya juga matanya bengkak. Sudah kami laporkan, tetapi belum ada tanggapan. Harusnya segera dilakukan penyemprotan atau penanganan,” ujar Anah.

Kepala Bulog Karawang Rafki Ismael memastikan, pihaknya segera menindaklanjuti persoalan kutu beras itu bersama pengelola gudang. Bulog, kata dia, telah menerapkan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) sebagai standar dalam mengendalikan hama selama proses penyimpanan beras.

Berita Lainnya  Tangis Haru Warga Dapat Hadiah Paket Umroh Gratis dari Sanema Tour Warnai Peringatan HSN di Karawang

“Pada penyimpanan beras, hama memang memiliki siklus hidup. Karena itu kami terus melakukan upaya pengendalian melalui berbagai langkah, seperti fumigasi pada komoditas dan penyemprotan (spraying) di lingkungan gudang. Langkah tersebut bertujuan mengendalikan tingkat serangan hama di gudang penyimpanan beras Bulog,” ujarnya.

Rafki menyebut, Bulog bersama pihak pengelola gudang, BGR melakukan monitoring langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Memang ada beberapa warga yang terdampak, dan hal itu sudah kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera teratasi. Bulog bersama BGR akan bertanggung jawab agar kenyamanan masyarakat di sekitar gudang tetap terjaga,” katanya.

Berita Lainnya  GEN MATIC, Ubah Menit di Sosmed Jadi Rupiah di Dompet, Dorong Kreativitas Digital Karawang

Meski begitu, Rafki memastikan keberadaan kutu beras tidak memengaruhi mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Sebab, kutu beras yang ada merupakan hama sekunder sehingga tidak menyerang komoditas secara langsung.

“Sebelum beras disalurkan, kami juga rutin melakukan proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas. Karena itu, kami memastikan beras yang diterima masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi,” ujar Rafki.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan