Kamis, September 24, 2026
Google search engine

NHRI Tekankan Program MBG dan KDMP Dievaluasi Secara Menyeluruh

KARAWANG – Pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang dengan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, sebagaimana program pemerintah lainnya, efektivitasnya harus diukur berdasarkan pelaksanaan dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, saat menyampaikan pandangannya mengenai program MBG maupun KDMP.

Arif menilai program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, serta mendukung pembangunan SDM yang unggul di masa depan.

Apabila pelaksanaannya tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.

“Namun, kritik yang sering muncul adalah besarnya kebutuhan anggaran dan perlunya pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Arif. Minggu (14/6/2026).

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Pilkades Digital, Bimtek KPPS Digelar Sertak

Sementara mengenai KDMP, Arif menilai program tersebut bertujuan memperkuat perekonomian desa, meningkatkan akses permodalan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Meski demikian, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, kompetensi pengurus, transparansi, dan kesesuaian kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Tanpa tata kelola yang baik dan pengelolaan yang profesional, koperasi berisiko menjadi tidak aktif atau tidak mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa,” katanya.

Arif juga menegaskan bahwa pandangan yang menginginkan penghentian program-program tersebut merupakan bagian dari hak berpendapat yang sah dalam sistem demokrasi.

Berita Lainnya  'Motekar Preneur' Dimulai, Omzet UMKM Ditarget Tembus Rp 1 Miliar

Namun menurutnya, yang lebih penting adalah melakukan evaluasi, perbaikan, dan pengawasan yang ketat daripada langsung menghentikan program yang telah berjalan.

“Pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah program itu harus dihentikan atau tidak, melainkan apakah program tersebut efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang sepadan dengan anggaran yang digunakan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap setiap program yang menggunakan anggaran negara dapat memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh mayoritas masyarakat, terutama mereka yang masih berada di garis kemiskinan.

Menurutnya, apabila terdapat program yang dinilai kurang produktif, tidak efektif, atau manfaatnya belum dirasakan secara luas, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya prioritas anggaran negara untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih konkret.

Berita Lainnya  Audiensi dengan BPJS Kesehatan, LSM Laskar NKRI Dorong Peningkatan Layanan dan Penguatan Aduan Masyarakat

“Tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, setiap rupiah uang negara harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Arif berharap para pemangku kebijakan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat serta berani melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program-program yang belum mencapai hasil sesuai harapan.

“Semoga seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan