Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

NHRI Tekankan Program MBG dan KDMP Dievaluasi Secara Menyeluruh

KARAWANG – Pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang dengan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, sebagaimana program pemerintah lainnya, efektivitasnya harus diukur berdasarkan pelaksanaan dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, saat menyampaikan pandangannya mengenai program MBG maupun KDMP.

Arif menilai program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, serta mendukung pembangunan SDM yang unggul di masa depan.

Apabila pelaksanaannya tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.

“Namun, kritik yang sering muncul adalah besarnya kebutuhan anggaran dan perlunya pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Arif. Minggu (14/6/2026).

Berita Lainnya  Bukan Hanya Dinonaktifkan, HMI Desak 8 Anggota Polresta Karawang Dicopot, Tuntut Kapolresta Mundur Jika Tak Tegas

Sementara mengenai KDMP, Arif menilai program tersebut bertujuan memperkuat perekonomian desa, meningkatkan akses permodalan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Meski demikian, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, kompetensi pengurus, transparansi, dan kesesuaian kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Tanpa tata kelola yang baik dan pengelolaan yang profesional, koperasi berisiko menjadi tidak aktif atau tidak mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa,” katanya.

Arif juga menegaskan bahwa pandangan yang menginginkan penghentian program-program tersebut merupakan bagian dari hak berpendapat yang sah dalam sistem demokrasi.

Berita Lainnya  LBH Cakra Indonesia Tuding Ratusan Proyek RKB 'Acak-acakan', Kadisdikbud Janji Evaluasi Tambah Konsultan

Namun menurutnya, yang lebih penting adalah melakukan evaluasi, perbaikan, dan pengawasan yang ketat daripada langsung menghentikan program yang telah berjalan.

“Pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah program itu harus dihentikan atau tidak, melainkan apakah program tersebut efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang sepadan dengan anggaran yang digunakan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap setiap program yang menggunakan anggaran negara dapat memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh mayoritas masyarakat, terutama mereka yang masih berada di garis kemiskinan.

Menurutnya, apabila terdapat program yang dinilai kurang produktif, tidak efektif, atau manfaatnya belum dirasakan secara luas, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya prioritas anggaran negara untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih konkret.

Berita Lainnya  GEN MATIC, Ubah Menit di Sosmed Jadi Rupiah di Dompet, Dorong Kreativitas Digital Karawang

“Tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, setiap rupiah uang negara harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Arif berharap para pemangku kebijakan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat serta berani melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program-program yang belum mencapai hasil sesuai harapan.

“Semoga seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan