Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

NHRI Tekankan Program MBG dan KDMP Dievaluasi Secara Menyeluruh

KARAWANG – Pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang dengan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, sebagaimana program pemerintah lainnya, efektivitasnya harus diukur berdasarkan pelaksanaan dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, saat menyampaikan pandangannya mengenai program MBG maupun KDMP.

Arif menilai program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, serta mendukung pembangunan SDM yang unggul di masa depan.

Apabila pelaksanaannya tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.

“Namun, kritik yang sering muncul adalah besarnya kebutuhan anggaran dan perlunya pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Arif. Minggu (14/6/2026).

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik Persalinan, Klinik Zhafira Zarifa Karawang Disomasi Kuasa Hukum Pasien

Sementara mengenai KDMP, Arif menilai program tersebut bertujuan memperkuat perekonomian desa, meningkatkan akses permodalan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Meski demikian, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, kompetensi pengurus, transparansi, dan kesesuaian kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Tanpa tata kelola yang baik dan pengelolaan yang profesional, koperasi berisiko menjadi tidak aktif atau tidak mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa,” katanya.

Arif juga menegaskan bahwa pandangan yang menginginkan penghentian program-program tersebut merupakan bagian dari hak berpendapat yang sah dalam sistem demokrasi.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik di Klinik Zhafira Zafira Karawang Berakhir dengan Damai

Namun menurutnya, yang lebih penting adalah melakukan evaluasi, perbaikan, dan pengawasan yang ketat daripada langsung menghentikan program yang telah berjalan.

“Pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah program itu harus dihentikan atau tidak, melainkan apakah program tersebut efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang sepadan dengan anggaran yang digunakan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap setiap program yang menggunakan anggaran negara dapat memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh mayoritas masyarakat, terutama mereka yang masih berada di garis kemiskinan.

Menurutnya, apabila terdapat program yang dinilai kurang produktif, tidak efektif, atau manfaatnya belum dirasakan secara luas, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya prioritas anggaran negara untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih konkret.

Berita Lainnya  Imbas Sayembara Dedi Mulyadi, Warga Rame-rame Turun ke Jalan Sweeping Buru Pelaku Begal

“Tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, setiap rupiah uang negara harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Arif berharap para pemangku kebijakan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat serta berani melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program-program yang belum mencapai hasil sesuai harapan.

“Semoga seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan