Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

NHRI Tekankan Program MBG dan KDMP Dievaluasi Secara Menyeluruh

KARAWANG – Pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang dengan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, sebagaimana program pemerintah lainnya, efektivitasnya harus diukur berdasarkan pelaksanaan dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI), Arif Dianto, saat menyampaikan pandangannya mengenai program MBG maupun KDMP.

Arif menilai program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, serta mendukung pembangunan SDM yang unggul di masa depan.

Apabila pelaksanaannya tepat sasaran, kualitas makanan terjaga, dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.

“Namun, kritik yang sering muncul adalah besarnya kebutuhan anggaran dan perlunya pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Arif. Minggu (14/6/2026).

Berita Lainnya  Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

Sementara mengenai KDMP, Arif menilai program tersebut bertujuan memperkuat perekonomian desa, meningkatkan akses permodalan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Meski demikian, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, kompetensi pengurus, transparansi, dan kesesuaian kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Tanpa tata kelola yang baik dan pengelolaan yang profesional, koperasi berisiko menjadi tidak aktif atau tidak mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa,” katanya.

Arif juga menegaskan bahwa pandangan yang menginginkan penghentian program-program tersebut merupakan bagian dari hak berpendapat yang sah dalam sistem demokrasi.

Berita Lainnya  Viral Video 'Celetukan' Lurah Paya Pasir : "Cie Curhat Dia Bah..."

Namun menurutnya, yang lebih penting adalah melakukan evaluasi, perbaikan, dan pengawasan yang ketat daripada langsung menghentikan program yang telah berjalan.

“Pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah program itu harus dihentikan atau tidak, melainkan apakah program tersebut efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang sepadan dengan anggaran yang digunakan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap setiap program yang menggunakan anggaran negara dapat memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh mayoritas masyarakat, terutama mereka yang masih berada di garis kemiskinan.

Menurutnya, apabila terdapat program yang dinilai kurang produktif, tidak efektif, atau manfaatnya belum dirasakan secara luas, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya prioritas anggaran negara untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih konkret.

Berita Lainnya  Sengketa Catut Nama Apoteker Melasuka Karawang Berujung Laporan Pidana

“Tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, setiap rupiah uang negara harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Arif berharap para pemangku kebijakan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat serta berani melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program-program yang belum mencapai hasil sesuai harapan.

“Semoga seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan