KARAWANG – Bukan hanya Nahdatul Ulama (NU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karawang juga mendesak agar Theatre Night Mart – Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Tuparev ditutup total.
Desakan ini muncul setelah beredar video viral aktivitas muda-mudi diduga LGBT yang menjadi perbincangan publik Karawang.
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karawang meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk bisa bersikap tegas terhadap keberadaan THM yang dinilai meresahkan dan merusak moralitas generasi muda tersebut.
Ketua PDPM Karawang, Ichsan Maulana, SH., MH., CPM., mengatakan, aktivitas para remaja LGBT tersebut sudah keterlaluan, karena secara terang-terangan melakukan perbuatan amoral yang berpotensi menjadi budaya pergaulan yang buruk bagi anak-anak muda di Karawang.
“Kami menilai manajemen Threatre Night Mart seperti membiarkan apa yang dilakukan oleh mereka yang ada di video itu. Maka patut diduga ini ada pembiaran perusakan moralitas generasi muda yang seharusnya anak-anak muda itu menjadi harapan bagi kemajuan Karawang,” tutur Ichsan, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat sebelumnya tentang keberadaan THM tersebut kini menjadi kenyataan. Sehingga temuan ini menjadi alasan kenapa sejak awal masyarakat khususnya MUI dan ormas islam menolak operasional Theatre Night Mart.
“Masyarakat dari awal sudah mengingatkan dengan menggelar berbagai aksi penolakan terhadap berdirinya THM tersebut, tapi pemkab dan perangkatnya seolah tutup mata, hingga pada akhirnya terjadi kerusakan ini,” kata Ichsan.
“Maka tidak ada kata lain, menurut kami ini layak diberikan sanksi yang berat berupa penutupan secara permanen,” tegasnya.
Jika tidak ada ketegasan dari Pemkab Karawang, sambung Ichsan, Pemuda Muhammadiyah bersama seluruh unsur organisasi kemasyarakatan pemuda mengancam akan menggelar aksi besar-besaran untuk menuntut penindakan secara tegas bagi Theatre Night Mart.***










