Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Dari Rebutan Anggaran hingga Merasa Paling Penting, AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menyebut masih ada kementerian yang merasa menjadi pihak paling penting. Hal ini membuat kementerian tersebut berebut anggaran.

AHY menjelaskan hal tersebut buntut masih adanya ego sektoral di kementerian.

“Sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” kata AHY saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari YouTube Ikastara.

“Paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue (kementerian) dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal tujuannya sama,” sambung AHY.

Berita Lainnya  Ruko Gudang Makanan Ringan Terbakar, 1 Orang Tewas, Warga Malah Jarah Logistik

AHY mengatakan tema yang diangkat Munas Ikastara relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Adapun tema dari acara tersebut yakni ‘Connect, Collaborate, and Lead the Change’.

Dia mengungkapkan tantangan saat ini yakni kolaborasi lintas kementerian yang menurutnya masih belum terlihat.

Tak cuma di level kementerian, kolaborasi juga belum terjalin dengan baik pada level pemerintah daerah (pemda), dunia usaha, hingga komunitas. Dia berharap hal tersebut bisa segera diperbaiki.

“Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media, dan community atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali,” ujarnya.

Ego Sektoral Bisa Sebabkan Pembangunan Tak Maksimal

AHY menuturkan ego sektoral dapat berdampak lebih luas seperti pembangunan yang tidak maksimal imbas tak ada integrasi.

Berita Lainnya  Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

Dia menyebut ada pembangunan infrastruktur di masa lalu yang berujung tidak saling terkoneksi.

“Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain,” ujarnya.

AHY mencontohkan adanya pembangunan bandara yang tidak terkoneksi buntut tak terbangunnya infrastruktur penunjang seperti jalan.

Hal itu berujung bandara sepi dan membuat adanya kerugian negara.

“Kita membuat bandara besar tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi dan tidak optimal penggunaannya,” ujarnya.

AHY juga mencontohkan pentingnya koordinasi antar lembaga ketika pemerintah berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta penjelasan terkait dampak El Nino terhadap ketahanan pangan.

Berita Lainnya  Laporan Menko Airlangga ke Prabowo Klaim Pengangguran Indonesi Menurun Sejak 1994

Menurutnya, komunikasi tersebut diperlukan demi langkah yang bisa diambil pemerintah ketika El Nino benar-benar terjadi seperti terkait pengelolaan bendungan, irigasi, hingga modifikasi cuaca.

“Oleh karena itu, ketika mendengarkan mungkin hanya 5 menit, tapi saya catat, saya serap, sehingga saya bisa jadikan itu sebagai referensi ketika terjadi kekeringan berkepanjangan, gagal panen. Infrastruktur harus membuat apa? Bendungannya harus diapain? Irigasi primer, sekunder, tersier harus bagaimana?” tutur AHY.

“OMC, Operasi Modifikasi Cuaca harus di-support seperti apa? Dan komunikasi kita ke gubernur, bupati, wali kota seperti apa? Itulah pentingnya connection,” sambungnya.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan