Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG – Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang – Jawa Barat.

Meski sudah dimakamkan selama 24 hari, tetapi makam di Dusun 1 RT 01/RW 01, Desa Sukasari tersebut tetap dibongkar, guna kepentingan penyelidikan.

Dokter forensik dari Biddokes Polda Jawa Barat, dr. Nurul mengatakan, proses ekshumasi ini dilakukan pihak kepolisian bersama tim dokter forensik. Sejumlah sampel jaringan jasad diambil untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Berita Lainnya  LBH Arya Mandalika Dorong Polisi Tetapkan Tersangka dari Manajemen Theatre Night Mart

Sampel akan diperiksa melalui uji histopatologi di Bandung dan uji toksikologi di Bogor, guna mendeteksi kemungkinan adanya zat berbahaya dalam tubuh korban.

Sementara itu, Kasatres PPA dan PPO Polres Karawang, AKP Herwit Yuanita menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada kesimpulan terkait pelaku maupun motif.

“Kami sudah lakukan ekshumasi dan otopsi. Untuk hasilnya, masih menunggu pemeriksaan forensik,” katanya.

Polisi memastikan seluruh fakta akan dikupas tuntas sebelum menentukan langkah hukum. Namun hingga kini, aparat belum membuka kemungkinan tersangka.

Berita Lainnya  Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

Diketahui, kasus ini mencuat setelah ditemukan luka di sejumlah bagian tubuh korban sebelum meninggal dunia pada 14 April 2026. Saat itu, TP sempat dibawa ke Klinik Azahra sebelum dirujuk ke RS Hastien. Namun, nyawanya tak tertolong dan meninggal dalam perjalanan.

Fakta adanya luka di tubuh korban memicu dugaan kuat kekerasan. Polisi pun turun tangan dan memutuskan melakukan ekshumasi guna memastikan penyebab kematian melalui autopsi lanjutan.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan