Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Pemkab Karawang Percepat Pembangunan Rumah bagi Warga Terdampak Abrasi dan Banjir Rob

KARAWANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan rumah untuk masyarakat yang terdampak abrasi dan banjir rob.

Hal ini disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat melakukan serah terima kunci rumah bagi 21 korban abrasi dan banjir rob, di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Bupati Aep menyampaikan, pada tahun 2024 pemda telah membangun 299 unit
rumah, tahun 2025 sebanyak 21 unit, dan tahun 2026 dilanjutkan 14 unit. Sementara untuk penyelesaian akhir direncanakan 38 unit pada 2027.

Berita Lainnya  Disorot Mendagri, Rp 3,5 Triliun Belanja Pegawai Pemkab Bekasi Urutan Kedua Setelah Kaupaten Bogor

Selain memastikan percepatan pembangunan rumah, Bupati Aep menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung seperti masjid, pendopo, dan sarana pendidikan akan segera dilakukan oleh Pemkab Karawang.

“Bismillah bapak-ibu, pembangunan masjid untuk sarana prasarana ibadah segera selesai dan pembangunan fasilitas yang lain akan seger dibangun. Bertahap namun pasti, demi hunian yang lebih aman, nyaman, dan
layak bagi masyarakat terdampak abrasi dan rob,” tutur Bupati Aep.

“Alhamdulillah di 2026 kita anggarkan, mudah-mudahan ini selesai termasuk juga pendopo. Kenapa harus ada pendopo?, jadi kalau misalkan ada kegiatan masyarakat apa-apa jadi mudah,” timpalnya.

Berita Lainnya  Ribuan Hektar Sawah Terancam Kekeringan, Pemkab Bekasi akan Normalisasi SS Balong Tua dan Tertibkan Ratusan Bangli

Bupati Aep juga menyampaikan terkait rencana jangka panjang pemerintah pusat terkait proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk mengatasi masalah abrasi dan banjir rob di pesisir utara.

“Nanti insyaallah jadi tidak ada lagi yang namanya abrasi, tidak ada lagi mungkin nanti banjir rob. Insyaallah selesai semuanya. Ini yang diinginkan oleh Pak Presiden, tentunya ini menjadikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang skala prioritas,” tandasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan