Jumat, April 10, 2026
spot_img

Remaja Bekasi Tewas Tenggelam di Wisata Green Canyon Karawang

KARAWANG – Suasana ceria di aliran Sungai Ciomas, kawasan wisata Green Canyon, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, mendadak berubah mencekam pada Jumat siang, 3 April 2026.

Keceriaan rombongan remaja yang tengah menikmati liburan seketika sirna saat salah satu dari mereka tak kunjung muncul ke permukaan usai melompat ke dalam air, di kawasan wisata Green Canyon.

Ilham Deni Permana (IDP), remaja berusia 16 tahun asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dilaporkan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Saat ini, peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

“Iya peristiwa tadi siang, korban diketahui berinisial IDP (16), seorang pelajar asal Kabupaten Bekasi yang berwisata bersama rombongannya,” kata Wildan, saat dikonfirmasi detikJabar.

Berita Lainnya  Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

Pelajar tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah tenggelam di salah satu titik wisata alam populer di Karawang tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata Wildan, petaka bermula saat Ilham dan rekan-rekannya mencoba memacu adrenalin dengan melompat dari atas tebing ke aliran sungai.

Namun, takdir berkata lain. Setelah sempat muncul sekali ke permukaan, tubuh remaja itu kembali tertelan arus dan menghilang dari pandangan teman-temannya.

“Peristiwa terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diduga tenggelam setelah melompat dari tebing ke aliran Sungai Ciomas dan terbawa arus bawah air. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata dia.

Berita Lainnya  Kapolda Jabar Cek Kesiapan Arus Balik di Rest Area Tol Cipali

Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh petugas di lapangan bersama pengelola wisata. Setelah satu jam yang penuh ketegangan, jasad korban akhirnya ditemukan.

Petugas dari Polsek Pangkalan yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP, mencatat keterangan para saksi, dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Pangkalan.

Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam, atas tragedi ini pihak kepolisian mengimbau agar para pelancong agar tidak abai terhadap keselamatan diri, terutama saat berhadapan dengan alam yang sulit diprediksi.

“Kami mengimbau kepada para pengunjung wisata agar selalu berhati-hati, tidak melakukan aktivitas berisiko seperti melompat dari ketinggian ke aliran sungai, serta mematuhi aturan dan arahan petugas di lokasi wisata,” pungkasnya.

Berita Lainnya  Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

Pihak kepolisian juga mengingatkan agar pengunjung, dan pengelola wisata selalu memantau kondisi cuaca dan kekuatan arus air, sebelum memutuskan untuk berenang, kemampuan diri harus menjadi tolok ukur utama guna mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

“Selain dari pada keamanan berwisata, kami imbau agar pengunjung juga peka terhadap kondisi cuaca yang tak bisa ditebak, siang panas bisa tiba-tiba hujan. Terutama destinasi wisata alam kondisi arus air harus dipantau secara berkala,” pungkasnya.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Sebut Uang Ratusan Juta Disita dari Kamar Pribadi Ono Surono

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan lokasi penemuan uang ratusan juta yang disita terkait penggeledahan rumah anggota DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Disebutkan, barang...

Bikin Heran dan Kesal! Setelah Motor Listrik, BGN Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Belanja Kaos Kaki

BANDUNG - Saat ini masyarakat Indonesia kembali dibuat heran dan kesal terkait pengadaan yang dibuat Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai terlalu mengada-ngada. Usai membeli...

Wakil Rakyat Karawang Tak Pernah Kritis karena Tersandera Pokir

ISU penyimpangan program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Karawang kembali ramai, pasca statement salah satu anggota dewan yang mengusulkan parkir gratis di RSUD Karawang. Perdebatan...

Awal Mula Pertemuan Sarjan dengan Ade Kunang hingga Berujung Kasus Suap Proyek

BANDUNG – Nama Yayat Sudrajat alias “Lippo” muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kini disidangkan di...

Pasca Peristiwa Pengeroyokan Maut di Hajatan Pernikahan, Om Zein Perketat Izin Keramaian

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) mengaku akan memperketat izin keramaian di daerahnya seiring peristiwa penganiayaan tuan rumah hajatan hingga tewas...

Hukum

Kejari Bekasi Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti rampasan negara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan