Minggu, November 8, 2026
Google search engine

72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA – Puluhan siswa dari empat sekolah harus menjalani perawatan intensif karena dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.

Hal ini memaksa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus evaluasi menyeluruh.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau kondisi para siswa di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4/2026).

Insiden ini berkaitan dengan layanan dari SPPG Pondok Kelapa II yang diduga menjadi sumber masalah. Dampaknya meluas ke empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Berita Lainnya  Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

Gejala yang dialami para siswa menunjukkan indikasi gangguan pencernaan serius, mulai dari demam hingga muntah dan diare. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pasien saat ini relatif stabil.

“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil. Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” ucapnya.

Dalam situasi ini, koordinasi lintas instansi langsung diperkuat. Pemprov DKI Jakarta menggandeng Badan Gizi Nasional untuk memastikan penanganan tidak hanya cepat, tetapi juga menyeluruh hingga ke aspek pembiayaan.

Berita Lainnya  Seorang Remaja di Bogor Tewas Dibacok Usai Laga Persib Bandung vs Garudayaksa

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tegas Pramono.

Langkah investigasi pun langsung dijalankan. Bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dilakukan pelacakan (tracing) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kejadian, yang akan menjadi dasar evaluasi sistem distribusi MBG ke depan.

Sebagai langkah tegas, operasional SPPG Pondok Kelapa II dihentikan sementara. Pemerintah juga mulai menyiapkan alternatif penyedia layanan agar program MBG tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan ini secara serius, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait agar langkah penanganan dan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh,” tutur Pramono.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

Meski diwarnai insiden, Pramono menegaskan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai kebijakan strategis pemerintah pusat. Namun, ia memberi catatan penting: pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dan kami sepenuhnya mendukung pelaksanaannya. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program ini semakin baik dan aman bagi seluruh peserta,” pungkasnya. (agr)

Sumber : tvonenews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan