Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi : Tanggul Jebol Jadi Penyebab Banjir di Karawang

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai persoalan utama banjir yang kerap melanda Kabupaten Karawang terletak pada kondisi tanggul sungai yang belum memadai.

Menurut Dedi, banyak tanggul sungai dalam kondisi jebol atau lemah. Padahal, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Problem utamanya adalah sungai-sungainya itu tanggulnya jebol. Nah seharusnya itu segera ditangani oleh BBWS,” kata Dedi, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Ada tanggul yang hanya diperkuat dengan bambu. Ada juga yang ditahan dengan karung berisi pasir.

Berita Lainnya  Askun : "Clean and Clear, Bupati Aep Masih Tegak Lurus"

Kondisi tersebut dinilai Dedi, tidak cukup kuat menahan debit air saat hujan deras turun. Akibatnya, air sungai mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Nah saya lihat tanggul yang dipasang sementaranya ada yang dibuat dari bambu, ada yang hanya tumpukan pasir dikarungin,” tutur Dedi.

Dedi menduga perbaikan belum maksimal karena anggaran yang belum turun. Meski begitu, ia berharap masalah ini segera ditangani agar banjir tidak terus berulang.

Berita Lainnya  Penutupan Akses Perlintasan KA Ilegal di Medan Satria - Kota Bekasi Ditunda

“Semoga bisa cepat diperbaiki, karena itu memang kewenangan BBWS,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada hari kedua puasa Ramadhan 2026, warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026) kembali kebanjiran.

Akibat bencana itu, warga yang bersiap menyajikan makan sahur, terpaksa meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ke tempat aman, Jumat dini hari (20/2/2026).

“Dusun Pangasinan dan Kampek kembali disergap banjir dari luapan Sungai Cibeet dan Citarum pada pukul 02.00 WIB,” ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis, Jumat (20/2/2025) siang.

Berita Lainnya  MUI Karawang Minta Aparat Tindak Tegas Pesta LGBT di THM Tak Berizin

Kaming mengatakan, berdasarkan data pada Jumat (10/2/2026) siang, ada 218 rumah warga yang kebanjiran. Adapun warga terdampak mencapai 910 orang dari 306 keluarga.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan