Senin, Agustus 3, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi : Tanggul Jebol Jadi Penyebab Banjir di Karawang

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai persoalan utama banjir yang kerap melanda Kabupaten Karawang terletak pada kondisi tanggul sungai yang belum memadai.

Menurut Dedi, banyak tanggul sungai dalam kondisi jebol atau lemah. Padahal, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Problem utamanya adalah sungai-sungainya itu tanggulnya jebol. Nah seharusnya itu segera ditangani oleh BBWS,” kata Dedi, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Ada tanggul yang hanya diperkuat dengan bambu. Ada juga yang ditahan dengan karung berisi pasir.

Berita Lainnya  Viral! Bayi ini Diberi Nama Muhammad MBG Subianto

Kondisi tersebut dinilai Dedi, tidak cukup kuat menahan debit air saat hujan deras turun. Akibatnya, air sungai mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Nah saya lihat tanggul yang dipasang sementaranya ada yang dibuat dari bambu, ada yang hanya tumpukan pasir dikarungin,” tutur Dedi.

Dedi menduga perbaikan belum maksimal karena anggaran yang belum turun. Meski begitu, ia berharap masalah ini segera ditangani agar banjir tidak terus berulang.

Berita Lainnya  Raker Ghazali Center Indonesia Hasilkan 5 Rekomendasi Eksternal untuk Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

“Semoga bisa cepat diperbaiki, karena itu memang kewenangan BBWS,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada hari kedua puasa Ramadhan 2026, warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026) kembali kebanjiran.

Akibat bencana itu, warga yang bersiap menyajikan makan sahur, terpaksa meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ke tempat aman, Jumat dini hari (20/2/2026).

“Dusun Pangasinan dan Kampek kembali disergap banjir dari luapan Sungai Cibeet dan Citarum pada pukul 02.00 WIB,” ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis, Jumat (20/2/2025) siang.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik Persalinan, Klinik Zhafira Zarifa Karawang Disomasi Kuasa Hukum Pasien

Kaming mengatakan, berdasarkan data pada Jumat (10/2/2026) siang, ada 218 rumah warga yang kebanjiran. Adapun warga terdampak mencapai 910 orang dari 306 keluarga.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Perintah Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Pecat Oknum Dishub yang Pungli Sopir Truk

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan lima oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) terhadap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan