Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Om Zein Tinjau Lokasi Pasca Kebakaran Pasar Rebo

PURWAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Rebo Purwakarta pada Selasa (24/2/2026) dini hari mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab dipanggil Om Zein menegaskan bahwa langkah awal pascakebakaran difokuskan pada identifikasi penyebab kebakaran sebelum dilakukan pembersihan dan penanganan lanjutan.

Binzein menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Ia menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 02.45 WIB dan langsung memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan yang dimiliki daerah.

“Kita punya delapan unit Damkar dan semuanya kita kerahkan. Karena dirasa masih kurang, kita juga meminta bantuan dari pihak swasta, sehingga total ada 16 unit Damkar yang bergerak,” ujar Binzein saat ditemui Tribunjabar.id usai melihat langsung kondisi Pasar Rebo Purwakarta, Rabu (25/2/2026).

Berita Lainnya  Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

Dilihat Tribunjabar.id, Binzein turun langsung meninjau lokasi kebakaran Pasar Rebo. Bupati menyusuri area kios yang hangus terbakar, memperhatikan puing-puing bangunan, serta memastikan titik-titik yang masih harus disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.

Tak hanya itu, Binzein juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar dan para pedagang yang terdampak.

Ia berdialog langsung, mendengarkan keluhan pedagang, serta memberikan penguatan agar para korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

Dirinya memastikan, pemerintah daerah telah turun langsung ke lapangan, bertemu dengan para pedagang korban kebakaran serta pengurus pasar. Meski demikian, area tertentu masih harus disterilkan karena menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.

Berita Lainnya  Tersengat Kabel Aliran Listrik, Arak-arakan Sisingaan di Cikarang Utara Tewaskan 3 Kru Kesenian Asal Subang

“Langkah kita saat ini adalah mengidentifikasi penyebab kebakaran terlebih dahulu. Ada area yang tidak boleh diganggu sebelum hasil dari kepolisian keluar. Yang terpenting, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Pengurus Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Rebo Bidang Ekonomi, Yayat Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah dipanggil ke pemerintah daerah untuk membahas langkah lanjutan pascakebakakaran.

“Langkah awal yang disepakati adalah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium selama sekitar dua sampai tiga hari terkait penyebab pasti kebakaran. Setelah itu, tahap pertama yang akan dilakukan adalah pembersihan limbah-limbah kebakaran,” kata Yayat.

Ia menambahkan, para pedagang terdampak untuk sementara diliburkan dan belum dapat beraktivitas, kecuali pedagang yang berada di luar garis polisi. Akan tetapi, kata dia, para pedagang berharap dapat kembali berjualan di lokasi yang sama setelah proses pembersihan dan perbaikan dilakukan.

Berita Lainnya  Pohon Tumbang di Karawang Timpa Truk Kontainer Peti Kemas, Sopir dan Penumpang Perempuan Tewas

Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Yayat menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan tim keamanan pasar, titik api diduga berasal dari kios gilingan kelapa.

“Ditemukan sebaran asap yang ditelusuri hingga ke kios kelapa parut. Saat pintu dijebol, api sudah membesar. Kemungkinan besar akibat arus pendek listrik, ditambah mesin yang menggunakan bensin,” ucapnya.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

KOTA BEKASI - Sebanyak enam orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan remaja berinisial SRR...

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan