Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Dikritik BEM UGM, Tapi Dipuji Hima Persis

JAKARTA – Berbeda dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program makan bergizi gratis (MBG), Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) justru menyatakan dukungan strategisnya terhadap keberlanjutan program MBG yang kini tengah berjalan masif di seluruh penjuru tanah air.

Dukungan ini didasarkan pada visi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.​

Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, menegaskan bahwa polemik mengenai besarnya anggaran program ini harus dilihat dengan kacamata investasi jangka panjang. Menurutnya, negara tidak sedang menghamburkan uang, melainkan sedang menanam modal pada kualitas biologis dan kognitif generasi masa depan.

“Kita harus jernih melihat bahwa Makan Bergizi Gratis adalah sebuah investasi peradaban. Literasi dan kecerdasan tidak akan mungkin tumbuh maksimal di atas perut yang lapar. Menurut kami, memastikan setiap anak mendapatkan asupan protein yang cukup adalah langkah paling konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan dan stunting secara struktural,” kata Sholahudin, kepada wartawan, dilansir dari tvonenews.com, Selasa (24/2/2026).

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Larang ASN 'Ngonten' Pakai Seragam dan Atribut Dinas

Terkait adanya kritik mengenai beban fiskal pada APBN, Sholahudin memberikan sudut pandang yang berbeda. Ia menilai bahwa biaya yang dikeluarkan hari ini jauh lebih kecil dibandingkan beban yang harus ditanggung negara di masa depan akibat rendahnya produktivitas dan tingginya biaya kesehatan jika generasi hari ini mengalami malnutrisi.​m

“Jangan hanya menghitung angka yang keluar dari kantong negara hari ini sebagai beban. Sebaliknya, menurut pandangan kami, ini adalah upaya preventif. Anak yang sehat hari ini akan menjadi tenaga kerja yang kompetitif dan produktif di masa depan, yang justru akan menjadi penggerak ekonomi bangsa,” ujarnya.

Berita Lainnya  Seorang Ibu Ketahuan Selundupkan Sabu ke dalam Lapas Karawang, 'Barang Haram' Dikemas Kondom dan Dimasukan ke Kemaluan

Lebih lanjut, Sholahudin menyoroti dampak ekonomi kerakyatan (multiplier effect) yang mulai terasa di tingkat akar rumput. Ia mencatat bahwa keterlibatan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG telah menghidupkan ekosistem ekonomi desa.

​”Program ini memiliki multiplier effect yang luar biasa. Uang negara mengalir langsung ke kandang-kandang ayam peternak di desa dan sawah-sawah petani lokal. Dengan begitu, ekonomi tidak lagi hanya berputar di kota-kota besar, melainkan mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok,” tegas Sholahudin.

Berita Lainnya  Askun Apresiasi Respon Cepat KDM, Tapi Minta Kadisdik Jabar Lebih Pro Aktif Lagi

Meski memberikan dukungan penuh, PP Hima Persis tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya program ini. Sholahudin mengingatkan pemerintah agar terus menjaga transparansi dan kualitas distribusi agar tidak ada celah bagi penyimpangan di lapangan.​

“Kami di Hima Persis akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai ke piring anak-anak kita dalam bentuk nutrisi yang layak, bukan sekadar formalitas. Namun, secara prinsip, kami tegaskan bahwa manfaat program ini jauh melampaui segala perdebatan teknis yang ada,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Berselisih di Medsos, Remaja di Bekasi Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Diamankan

KOTA BEKASI - Sebanyak enam orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan remaja berinisial SRR...

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan