Kamis, Juli 30, 2026
spot_img

KDM Tegaskan Agar Kepala Daerah Kelola Anggaran Secara Transparan dan Akuntabel

BEKASI – Safari Ramadan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang digelar di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (20/02/2026) malam, berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.

Agenda yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghadirkan penceramah Ustadz Das’ad Latif dan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadirkan tata kelola yang berpihak kepada rakyat.

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang akrab dipanggil KDM ini menegaskan filosofi kepemimpinan sebagai sebuah perjalanan pengabdian yang harus memberi kemudahan bagi masyarakat.

“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujarnya di hadapan ribuan warga.

Ia menjelaskan bahwa tugas menghadirkan kesejahteraan tersebut merupakan tanggung jawab penyelenggara negara yang dalam perspektif Islam dianalogikan sebagai Amilin, yaitu pengelola amanah publik. Menurutnya, pengelolaan dana masyarakat harus dilakukan secara proporsional agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat luas.

Berita Lainnya  BKPSDM Sudah Panggil Kadishub Muhana : "Belum Ada Laporan Resmi dari Korban"

“Amilin itu tidak boleh terlalu besar mengambil bagian, batasnya sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, KDM mengkritisi pola belanja anggaran yang dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan infrastruktur. Ia menyoroti masih adanya Sekolah Dasar yang rusak, fasilitas tidak memadai, hingga keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah wilayah.

“Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang,” katanya dengan nada tegas.

Ia juga mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran birokrasi untuk mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, keterbukaan anggaran kepada publik menjadi langkah penting membangun kepercayaan sekaligus mempercepat kemajuan daerah.

“Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian, rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita,” ujarnya.

Berita Lainnya  Menteri PPN : "MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja"

Selain itu, Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari ketaatan terhadap hukum Allah, baik yang tertulis maupun hukum alam. Ia mencontohkan dampak pembangunan yang tidak terkendali di wilayah hulu terhadap potensi banjir di wilayah hilir seperti Kabupaten Bekasi.

“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur di Tambun Selatan yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk. Ia menjelaskan bahwa Desa Sumberjaya memiliki sekitar 120 ribu jiwa dan Kecamatan Tambun Selatan mencapai sekitar 700 ribu jiwa, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan publik.

“Sebagai Plt Bupati Bekasi, saya mengucapkan selamat Ramadan 1447 Hijriah. Alhamdulillah hari ini kita diberi nikmat sehat sehingga dapat berkumpul dalam Safari Ramadan yang digagas provinsi,” tuturnya.

Berita Lainnya  Maksimalkan Aset Daerah, Bupati Subang Resmikan Rumah Singgah Ojek Online

Ia menambahkan bahwa kehadiran Gubernur secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap warga di wilayah padat seperti Tambun Selatan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat secara terbuka.

“Makanya Kang Dedi Mulyadi ingin datang langsung ke sini menyapa masyarakat Tambun Selatan, khususnya warga desa yang sangat padat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang rusak. Proses pergeseran anggaran sedang dilakukan agar program prioritas dapat segera direalisasikan.

“Insya Allah jalan-jalan yang jelek akan dibangun. Kita sedang menunggu pergeseran anggaran agar pelaksanaannya bisa segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya optimistis.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Kedua Kasus TPPU

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang pungusaha, Nurman Herin sebagai tersangka kedua dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan eks Jaksa...

Bupati Pemalang Peras Anak Buah untuk Urus Kasus di KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI) sebagai tersangka kasus pemerasan. Anom memeras anak buahnya untuk 'pengurusan' kasus...

Kejari Bekasi Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pemasangan Sambungan PDAM

BEKASI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemasangan sambungan langganan baru Perumda Tirta Bhagasasi pada...

Penceramah Kondang di Karawang Gus Haris Ikut Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang dilakukan KPK menuai sorotan publik, khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pasalnya,...

Investigasi Dugaan Open Dumping Limbah B3 Perusahaan, Aktivis Lingkungan Dikiriminalisasi

KARAWANG - Penegakan hukum lingkungan di Jawa Barat kembali mendapat sorotan tajam. Langkah Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) yang memproses laporan dugaan Tindak...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan