Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Plt Bupati Bekasi Datangi KPK, Komisi I Tegaskan RPJMD Harus Tetap Berjalan

BEKASI – Didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja dikabarkan mendatangi Gedung KPK pada Selasa (13/1/2026).

Tak ada kaitannya dengan kasus suap ijon proyek yang menjerat Bupati non-aktif Ade Kuswara Kunang. Pasalnya, kedatangan Asep Surya Atmaja ke KPK dalam rangka konsultasi terkait rencana pelantikan pejabat eselon II hasil open bidding.

Sebagai bentuk kehati-hatian, Asep Surya Atmaja memang belum memiliki kewenangan penuh dalam setiap pengambilan keputusan atas kebijakan di pemerintahan Bekasi. Karena statusnya masih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Menyikapi kabar ini, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin meminta agar Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk tetap fokus menjalankan tugas sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

Berita Lainnya  8 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditemukan Selamat, 1 Sempat Hilang, Dipastikan Sanksi Blacklist

Ia juga mendorong Plt Bupati Bekasi segera melaksanakan pembangunan infrastruktur dan program sosial yang sudah dianggarkan di APBD 2026. Beberapa program tersebut antara lain terkait kesehatan, pembayaran BPJS, pengadaan obat di RSUD, pembayaran utang operasional RSUD, serta pembangunan infrastruktur sekolah.

Tak hanya itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra ini menekankan perlunya percepatan rotasi dan mutasi pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Karena Pemerintahan Kabupaten Bekasi diisi oleh ASN, segera lakukan rotasi mutasi di level ASN sampai eselon IV kalau perlu. Ini butuh penyegaran dan konsepnya adalah pelayanan,” tutur Ridwan Arifin, dilansir dari RadarBekasi.id.

Berita Lainnya  Beli Rokok Tapi Duitnya Kurang, Preman Kampung ini Ancam Gadis Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

Ridwan juga menegaskan Plt Bupati harus memberikan dukungan kepada unsur pemerintahan daerah agar menjalankan tugas sesuai aturan, sehingga sistem pemerintahan tetap berjalan tanpa terganggu kepentingan pribadi.

“Hari ini bukan pribadi yang sedang bernegara, tetapi sistem. Beda halnya dengan kerajaan, kalau kerajaan ketika raja enggak ada, kerajaan bisa kalang kabut. Tapi kalau bicara sistem pemerintahan semua harus jalan, karena sudah ada pos masing-masing,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Plt Bupati yang meminta masukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kelanjutan roda pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  Tidak Terafiliasi dengan Ormas, Polisi Ungkap Motif 3 Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

“Langkah yang dilakukan Plt dalam konteks meminta masukan KPK sangat bagus. Kalau perlu juga berkoordinasi dengan Forkopimda, Kejaksaan, Pengadilan, Polres, dan pihak-pihak tertentu lainnya, supaya semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ridwan berharap KPK segera memberikan keputusan agar roda pemerintahan Kabupaten Bekasi dapat berjalan dengan baik.

“Kita berharap KPK segera memberikan putusan, apapun itu dan semoga bisa segera memberikan kepastian, supaya roda Pemerintah Kabupaten Bekasi berjalan,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan