Jumat, Oktober 9, 2026
Google search engine

Wardah : Mahasiswa Harus Ambil Tanggungjawab Mengawal Pancasila dan NKRI

DALAM situasi yang terus berkembang di era globalisasi, peran aktif mahasiswa sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan harus muncul. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian disampaikan Aggota MPR RI Fraksi Gerindra, Hj. Wardatul Asriah, saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadapan 150 orang perwakilan Mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Bekasi, 10 Oktober 2025.

Anggota Komisi VIII DPR ini mengatakan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan masalah yang harus dihadapi bersama.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

“Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia, karena negara ini tidak hanya terdiri atas satu golongan suku, ras, dan agama, tetapi banyak golongan yang ada di tanah air kita tercinta,” tuturnya.

Di era digital, kata Wardah, mahasiswa menghadapi tantangan baru. Yaitu dimana media sosial akan memberikan platform yang lebih besar bagi mahasiswa untuk menyuarakan pendapat mereka, tetapi juga membuka pintu bagi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian.

Berita Lainnya  Raperda Perubahan APBD TA 2026 Kabupaten Karawang Disetujui

Mahasiswa perlu lebih kritis dalam menggunakan platform digital ini, memastikan bahwa kebebasan yang mereka nikmati tidak digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak akurat atau menimbulkan konflik yang pada akhirnya menganggu keutuhan bangsa.

Oleh karenanya, Wardah mendorong mahasiswa untuk memiliki ambisi yang besar, motivasi yang tinggi, visi jangka menengah hingga jangka panjang, dan tekad pantang menyerah.

Kiprah mahasiswa dalam melakukan perubahan-perubahan di Indonesia merupakan wujud sikap bela negara. Semangat juang dan patah semangat yang dimiliki mahasiswa seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pergerakan pemuda untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berita Lainnya  Menuai Perdebatan, Komisi XIII DPR RI Usulkan Fasilitas Bilik Asmara dan Alat Bantu Seks bagi Narapidana

“Penting mahasiswa sebagai warga NKRI untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta bekerja sama dalam mitigasi potensi ancaman tersebut demi mempertahankan keutuhan negara,” tandas Wardah.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online Diamankan

Aparat menggerebek kepolisian menggerebek sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan markas operator judi online pada Minggu,...

Dikonfirmasi Persoalan Sewa Alat Berat, Kadis DLH Bekasi Lecehkan Wartawan : “Kau Jelek, Bau Sekali Badanmu”

BEKASI - Polemik dugaan perlakuan tidak pantas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap seorang wartawan terus menuai perhatian kalangan...

Wapres Gibran : “Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan kuliah hingga tingkat sarjana (S1) jika tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Pernyataan...

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

Seorang anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan di hadapan...

Hukum

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan