Sabtu, Februari 28, 2026
spot_img

Viral Video PMI Asal Karawang Disekap di Libya Minta Tolong ke KDM

KARAWANG – Video memilukan yang memperlihatkan lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban penyekapan di Libya, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, dua diantaranya yang diduga berasal dari Karawang, Jawa Barat, memohon bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera dipulangkan.

Kelima PMI tersebut tampak berbicara dengan kondisi lemas. Mereka mengaku menjadi korban penipuan oknum penyalur tenaga kerja.

Awalnya, mereka dijanjikan akan dipekerjakan secara resmi di Turki. Namun, kenyataannya mereka justru dibawa ke Libya tanpa kejelasan pekerjaan dan dokumen resmi.

Selama di Libya, para PMI mengaku mengalami nasib tragis. Mereka dikurung di sebuah lokasi dan dilarang berkomunikasi secara bebas dan mengalami tindak kekerasan fisik maupun verbal.

Berita Lainnya  9 Warga Subang Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan

Selain itu, kelima PMI tidak diberikan pekerjaan yang dijanjikan dan tidak menerima gaji sepeser pun.

“Kami takut dan tertekan di sini. Tolong kami Pak Gubernur Dedi Mulyadi, kami ingin pulang ke Indonesia,” ujar salah satu PMI dalam video tersebut dengan nada bergetar.

Menanggapi video viral tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mengaku sedang menelusuri identitas PMI asal Karawang tersebut. Namun, ketiadaan data lengkap menjadi kendala utama.

Berita Lainnya  Diduga Akibat Percikan Las, Mall di Kota Bekasi Kebakaran

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Karawang, Idin Junaedi, mengatakan, belum bisa memastikan identitas kedua PMI yang mengaku warga Karawang tersebut karena tidak adanya nama terang, alamat jelas, maupun dokumen pendukung lainnya.

“Ketiadaan informasi detail menyulitkan kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri maupun KBRI. Kami mengimbau warga Karawang yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti di video untuk segera melapor,” kata Idin Junaedi, Jumat (27/2/2026).

Laporan dari pihak keluarga dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses verifikasi data. Hal ini juga menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap oknum penyalur non-prosedural.

Berita Lainnya  Viral Wali Kota Bekasi Diacungkan Golok oleh Pria Botak

Pemerintah daerah menegaskan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian terkait guna memastikan keselamatan para PMI serta mengupayakan proses pemulangan secepat mungkin.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri secara ilegal (non-prosedural).***

Sumber : iNews Karawang

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pemekaran Jabar Molor 11 Tahun, PPDOB Surati Presiden dan Mendagri

BANDUNG - Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Provinsi Jabar serentak bersama kota-kabupaten Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) mengajukan surat...

Piramida Korupsi Pajak-Bea Cukai, Purbaya dan Sri Mulyani Siap-siap Diperiksa KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau hanya berhenti di level kroco dalam membongkar gurita korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)...

Parpol Mau Ikut-ikutan Punya Dapur SPPG

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago sepakat partai politik tak ikut mengelola program makan bergizi...

Akhir dari Pelarian Bandar Narkoba Ko Erwin, Ditembak di Kaki karena Melawan Saat Ditangkap

JAKARTA - Pelarian Erwin Iskandar alias Ko Erwin, bandar sabu di Nusa Tenggara Barat berakhir sudah. Ko Erwin akhirnya ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera...

Seskab Teddy : MBG di Anggaran Pendidikan Disetujui Banggar DPR, Ketuanya PDIP

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab soal polemik dana Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan nasional yang belakangan disorot PDIP. Teddy...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan