Kamis, September 24, 2026
Google search engine

TKD Karawang Dipotong hingga Rp 753 Miliar, Bupati Aep Konsultasi ke Kemenkeu RI

KARAWANG – Transfer Kas Daerah (TKD) Kabupaten Karawang mengalami pemotongan hingga Rp 753 miliar. Kebijakan pemerintah pusat ini tentu saja akan mempengaruhi realisasi program prioritas pembangunan Kabupaten Karawang di tahun 2026.

Oleh karenanya, ditemani Sekda, Kepala BPKAD dan Kepala Baperinda, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengunjungi kantor Direktorat Jenderal Pembangunan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), untuk berkonsultasi, Selasa (13/1/2026).

Selain pemangkasan TKD yang cukup besar, Pemkab Karawang juga memastikan bahwa kekurangan bayar dari Kemenkeu RI sesuai PMK No 120 Tahun 2025 sebesar Rp 104 miliar.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : "Ini Saya Mau Pulang"

Dan kekurangan bayar ini diakui menjadi utang pemerintah pusat kepada Pemkab Karawang.

“Kami berkonsultasi dan meminta arahan dari Kemenkeu mengenai kepastian alokasi anggaran yang mungkin bisa kami maksimalkan untuk mengakselerasi realisasi pembangunan di Kabupaten Karawang,” tulis Bupati Aep di instagram pribadinya @aep_syaepulohse.

Melalui kesempatan ini, rombongan Pemkab Karawang disambut dan diterima oleh Direktur Transfer Umum DJPK Kemenkeu RI.

Selain membahas pemangkasan TKD, Pemkab juga menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan efisiensi anggaran ini, dengan menggabungkan sejumlah dinas di kabupaten.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan