Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Pemkab Subang Anggarkan Rp 24,9 Miliar untuk Pilkades Serentak di 165 Desa

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang menetapkan anggaran sebesar Rp24,9 miliar untuk membiayai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 165 desa yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Anggaran tersebut menjadi salah satu komponen utama dalam persiapan Pilkades serentak yang disebut sebagai agenda demokrasi desa terbesar di Subang dalam lima tahun terakhir.

Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa (PKAD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Subang, Wawan Gunawan, mengatakan alokasi Rp24,9 miliar merupakan hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Awalnya kami mengusulkan anggaran sekitar Rp33 miliar. Namun setelah dilakukan pembahasan dan penyesuaian dengan TAPD, ditetapkan sebesar Rp24,9 miliar,” ujar Wawan, Senin (12/1/2026).

Berita Lainnya  Rangkaian HUT ke-393 Tahun, Pemkab Karawang Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan

Menurutnya, penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebijakan rasionalisasi belanja daerah agar tetap sejalan dengan kemampuan fiskal Pemkab Subang.

Meski mengalami pengurangan hampir Rp8 miliar dari usulan awal, DPMD memastikan anggaran tersebut tetap mencukupi untuk membiayai seluruh tahapan Pilkades.

“Anggaran ini diprioritaskan untuk kebutuhan utama, seperti pengadaan logistik, honorarium panitia dan petugas, distribusi perlengkapan pemungutan suara, hingga pengamanan,” katanya.

Wawan menegaskan, efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan Pilkades maupun hak politik masyarakat desa.

“Substansi demokrasi tetap menjadi prioritas. Kami pastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan fasilitas pemilihan yang layak,” tegasnya.

Berita Lainnya  Cakra Khan Sukses Hibur Warga Karawang, Bupati Aep : "Tahun Depan Sheila on 7"

Dua Desa Jadi Lokasi Uji Coba E-Voting
Selain menetapkan anggaran, Pemkab Subang juga menyiapkan inovasi dalam pelaksanaan Pilkades 2026 dengan menerapkan uji coba sistem pemungutan suara elektronik (e-voting).

Dua desa yang ditunjuk sebagai proyek percontohan adalah Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, dan Desa Sukasari.

Melalui e-voting, pemerintah daerah menargetkan proses pemungutan dan penghitungan suara dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan transparan, sekaligus menekan potensi kesalahan administrasi dan sengketa hasil pemilihan.

Namun, DPMD mengakui penerapan sistem digital tersebut juga membutuhkan dukungan anggaran tambahan, terutama untuk penyediaan perangkat, pelatihan petugas, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Berita Lainnya  Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

“Kami siapkan simulasi dan sosialisasi agar masyarakat tidak kesulitan saat menggunakan sistem e-voting nanti,” ujar Wawan.

DPMD menargetkan seluruh tahapan persiapan, baik teknis Pilkades maupun kesiapan anggaran dan e-voting, dapat rampung sebelum akhir 2026.

Pemkab Subang berharap Pilkades serentak di 165 desa dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi langkah awal penerapan sistem pemilihan desa berbasis teknologi di daerah tersebut.***

Sumber : TintaHijau.com

Pemkab Subang Anggarkan Rp24,9 Miliar untuk Pilkades Serentak di 165 Desa

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan