Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Saat Om Zein Mewek Campur Marah, Sungai Diperkecil untuk Perumahan, Alhasil Banjir…

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) terlihat marah saat melihat kondisi banjir di Perum Bumi Vila Jatiluhur.

Pasalnya, karena banjir diperumahan ini disebabkan aliran sungai yang ‘dipendet’ atau diperkecil untuk kepentingan bangunan perumahan.

“Perumahan tidak boleh ganggu walungan (sungwi) yang sudah ada sejak dulu, begitu diganggu pasti banjir,” tutur Om Zein, saat berdialog dengan warga perumahan.

Sambil menunjuk ke atas, Om Zein menegaskan bahwa posisi sungai lebih tinggi dari perumahan, terlebih tidak ada pepohonan.

Sehingga begitu air turun ke bawah, maka akan banjir ketika salurannya diperkecil.

“Lamun ieu na dipendet, rek kamana lumpat cair (kalau sungainya diperkecil, mau kemana larinya aliran sungai),” tegas Om Zein dengan nada bicara yang mulai naik.

Berita Lainnya  Janji Dedi Mulyadi 7 Tahun Lalu Kembali Ditagih, Bendungan Situdam Kembali Menghitam Tercemar Limbah Industri

Di hadapan Om Zein, warga juga bercerita bahwa sebenarnya sudah menghubungi pihak depelover perumahan untuk minta pengerukan.

Tetapi pihak depelover mengaku sudah tidak memiliki uang, meskin hanya untuk sekedar menyewa beko.

“Naha kunaon jadi nyieun perumahan (terus kenapa harus membangun perumahan jika tidak ada modal,” saut Om Zein dengan nada kesal.

Mendengar cerita miris warga ini, Om Zein terdiam dan terlihat menghela nafas. Kemudian mengusap matanya (mewek).

Warga juga bercerita, sebagian warga yang masih memiliki anak kecil terpaksa pindah sementara saat banjir tiba. Ketika banjir surut, warga kembali lagi ke perumahan. Dan begitu pun seterusnya ketika musim hujan turun.

Berita Lainnya  Wali Kota Bekasi Minta Mizuda Group Sulap Bantargebang Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan dan Ekonomi Hijau

“Ieu kudu dibalikeun deui, walungan na kudu dibalikeun deui (ini harus dikembalikan lagi, kondisi sungainya harus dikembalikan seperti semula,” tegas Om Zein.

Om Zein menegaskan, bahwa sungai adalah tempat mengalirnya air yang tidak boleh diganggu, apalagi untuk kepentingan pembangunan perumahan.

“Walungan tempat lewat cair dicicingan ku jelema (perumahan), ya neumbrag atuh. Meuni tega ieu jelama,” kata Om Zein.

“Terus kumaha ayeuna pak (terus sekarang gimana pak),” tanya warga.

Kepada warga, Om Zein menegaskan siap menurunkan beko, dengan catatan semua warga melakukan tanda tangan untuk permintaan/permohonan agar kondisi sungai dikeruk dikembalikan ke seperti semula.

Sebab ditegaskan Om Zein, setiap tahun perumahan ini akan banjir, ketika kondisi aliran sungainya tidak dikembakikan ke seperti semula.

Berita Lainnya  Riset BRIN Sebut Tanah Pantura Subang Turun 2,8 Cm/Tahun, Banjir Rob Mengancam

“Moal bener moal, percaya ka sim kuring (gak bakalan beres kalau sungai tidak dikembalikan ke seperti semula, percaya sama saya),” kata Om Zein.

Warga juga bercerita, beberapa perumahan warga di bagian belakang, kondisi lantainya keluar air sungai.

“Rek kumaha coba ieu walungan ngan sagede kieu, kuat nemen-nemen teuing ngala duit teh (Mau gimana coba ukuran sungai seperti ini/kecul, terlalu itu depelover nyari duit),” sindir Om Zein yang ditujukan kepada pihak depelover perumahan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan