Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img

Rocky Gerung Bela Ketua BEM UGM : Ada Pihak Lain yang ‘Ngomporin’

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus mantan dosen Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung membela Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) agar tidak takut dalam teror yang diterima Tiyo Ardianto.

Teror yang diterima Tiyo Ardianto selaku Ketua BEM UGM setelah melayangkan kritik tajam kepada pemerintah terkait menyuarakan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah pihak pun memberikan tanggapannya mengenai hal tersebut, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM, Anies Baswedan.

Saat menghadiri Diskusi Intelektual Muslim di Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta, Jumat (20/2/2026), ia mengingatkan bahwasanya negara wajib melindungi kebebasan berpendapat.

Oleh sebab itu ia mendorong Tiyo Ardianto untuk lapor polisi agar penerornya bisa dicari.

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisisnya soal teror yang menimpa Tiyo Ardianto.

Tiyo sebelumnya mengaku diteror butut menyuarakan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bentuk teror berupa penguntitan, menyebar isu tidak benar, hingga ancaman pembunuhan.

Rocky Gerung yakin aksi teror tidak berasal dari lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi kalau dia (Tiyo) diancam, saya enggak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Rocky GerungOfficial, Sabtu (21/2/2026).

Rocky Gerung yakin aksi teror tidak berasal dari lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Berita Lainnya  Teman Bupati Aep - Bos Toko Emas Ganti Cincin Syifa yang Hilang

“Jadi kalau dia (Tiyo) diancam, saya enggak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Rocky GerungOfficial, Sabtu (21/2/2026).

Ketua BEM UGM itu ingin menyampaikan pendapatnya dari kacamata seorang mahasiswa, serta tidak memiliki niatan melakukan makar.

Tiyo hanya memakai haknya dalam berdemokrasi, yakni menyampaikan pendapat.

“Sekali lagi itu adalah pendapat akademis dengan menguji data, dengan memperhatikan opini publik. Teman ini (Tiyo) proporsional untuk mengucapkan itu di dalam kapasitas dia sebagai manusia akademis.”

“Kita sebut pikiran mahasiswa itu enggak ada urusan dengan makar, enggak ada urusan dengan kebencian personal,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia meminta pemerintah tidak perlu ‘kepanasan’ menghadapi kritik dari Ketua BEM UGM.

Isu ini menjadi polemik karena ada pihak lain yang membuat suasana semakin keruh.

“Jadi pemerintah enggak usah terlalu tegang menghadapi ini. Dan saya kira yang membuat dia (pemerintah) tegang itu justru karena ada pihak lain yang ingin ngomporin supaya si ketua BEM ini ditangkap, ngomporin supaya ketua BEM ini dianiaya sehingga terjadi krisis politik,” tegasnya.

Tiyo dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, menegaskan dirinya melayangkan kritik bukan karena benci dengan Pemerintahan Prabowo.

Berita Lainnya  Noel Sebut 'Parpol Tiga Huruf' Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

“Sebenarnya tidak ada yang membenci Bapak. Kita hanya membenci imajinasi terhadap Indonesia yang harus hancur karena apa yang Bapak lakukan atau mungkin juga Bapak tidak sadar sedang lakukan.”

“Bapak saya kira harus rendah hati untuk belajar. Bapak harus rendah hati untuk sadar. Kerendahan hati itu penting untuk supaya telinganya menjadi terbuka,” katanya.

Respons Istana

Istana Kepresidenan merespons kabar adanya tindakan teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto setelah melontarkan kritik keras terhadap kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa meskipun kritik adalah hal yang konstitusional, penyampaiannya harus tetap mengedepankan etika dan adab.

“Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja gitu. Nah, tetapi tentu kita mengimbau kepada semuanya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adat-adat ketimuran gitu lho,” ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/2/2026).

Sebagai sesama alumni UGM yang pernah aktif di BEM, Prasetyo mengingatkan pentingnya pemilihan diksi dalam berpendapat.

Ia meminta para aktivis mahasiswa untuk menghindari kata-kata yang dianggap tidak sopan.

Berita Lainnya  LSM Laskar NKRI Kirim Bantuan 100 Kasur untuk Korban Banjir Karangligar

“Penyampaian pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga itu perlu menjadi pelajaran bagi kita semua kan. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” lanjutnya.

Mengenai ancaman teror, intimidasi pesan singkat, hingga penguntitan yang dialami Ketua BEM UGM dan keluarganya, Prasetyo mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pelakunya.

Namun, ia memastikan bahwa konstitusi tetap menjamin kebebasan berpendapat.

“Kalau teror kita enggak tahulah siapa yang meneror ya. Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan konstitusi kan menjamin kebebasan berpendapatnya ya. Maka sekali lagi yang bisa kita sarankan ya sampaikanlah dengan arif caranya, jalurnya yang bijak dan pemilihan diksi mungkin juga itu penting,” ujarnya.

Prasetyo menekankan pemilihan kata yang tepat sangat penting agar masukan yang diberikan mahasiswa bisa menjadi bahan pembelajaran yang konstruktif bagi pemerintah.

Terkait desakan agar negara memberikan atensi khusus terhadap keselamatan para aktivis yang diteror, Mensesneg menjanjikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Ya nanti kita kita cek lah,” ucapnya.

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Natalius Pigai : Meniadakan MBG Berarti Menentang HAM

JAKARTA  -  Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai berpendapat, pihak-pihak yang ingin meniadakan  program makan bergizi gratis (MBG) dan program kerakyatan lainnya adalah pihak yang  menentang HAM. Pigai menyampaikan...

Menteri HAM : Teror Tidak Mungkin dari Pemerintah

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan teror yang diterima Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto bukan dari pemerintah. Tiyo...

Perintah Kapolri, Semua Anggota Polri Harus Tes Urine

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran Propam Polri untuk melakukan tes urine terhadap seluruh anggota Korps Bhayangkara. Perintah itu disampaikan usai kasus peredaran...

Duka Bocah Sukabumi, Tewas Usai  Dipaksa Minum Air Panas oleh Ibu Tiri

SUKABUMI - Bocah laki-laki inisial NS (12) asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi tewas setelah diduga dianiaya ibu tirinya. Hasil autopsi mengungkap adanya luka...

Program Prioritas Prabowo, Karawang Masuk Tahap Pertama Revitalisasi Tambak Pantura

SUBANG - Dengan total luas 6.209 hektare lahan tambak yang tersebar di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Pakisjaya dan Tirtajaya, Kabupaten Karawang masuk tahap pertama program...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan