KARAWANG – Suasana ceria di aliran Sungai Ciomas, kawasan wisata Green Canyon, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, mendadak berubah mencekam pada Jumat siang, 3 April 2026.
Keceriaan rombongan remaja yang tengah menikmati liburan seketika sirna saat salah satu dari mereka tak kunjung muncul ke permukaan usai melompat ke dalam air, di kawasan wisata Green Canyon.
Ilham Deni Permana (IDP), remaja berusia 16 tahun asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dilaporkan meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Saat ini, peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
“Iya peristiwa tadi siang, korban diketahui berinisial IDP (16), seorang pelajar asal Kabupaten Bekasi yang berwisata bersama rombongannya,” kata Wildan, saat dikonfirmasi detikJabar.
Pelajar tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah tenggelam di salah satu titik wisata alam populer di Karawang tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata Wildan, petaka bermula saat Ilham dan rekan-rekannya mencoba memacu adrenalin dengan melompat dari atas tebing ke aliran sungai.
Namun, takdir berkata lain. Setelah sempat muncul sekali ke permukaan, tubuh remaja itu kembali tertelan arus dan menghilang dari pandangan teman-temannya.
“Peristiwa terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diduga tenggelam setelah melompat dari tebing ke aliran Sungai Ciomas dan terbawa arus bawah air. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata dia.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh petugas di lapangan bersama pengelola wisata. Setelah satu jam yang penuh ketegangan, jasad korban akhirnya ditemukan.
Petugas dari Polsek Pangkalan yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP, mencatat keterangan para saksi, dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Pangkalan.
Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam, atas tragedi ini pihak kepolisian mengimbau agar para pelancong agar tidak abai terhadap keselamatan diri, terutama saat berhadapan dengan alam yang sulit diprediksi.
“Kami mengimbau kepada para pengunjung wisata agar selalu berhati-hati, tidak melakukan aktivitas berisiko seperti melompat dari ketinggian ke aliran sungai, serta mematuhi aturan dan arahan petugas di lokasi wisata,” pungkasnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan agar pengunjung, dan pengelola wisata selalu memantau kondisi cuaca dan kekuatan arus air, sebelum memutuskan untuk berenang, kemampuan diri harus menjadi tolok ukur utama guna mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
“Selain dari pada keamanan berwisata, kami imbau agar pengunjung juga peka terhadap kondisi cuaca yang tak bisa ditebak, siang panas bisa tiba-tiba hujan. Terutama destinasi wisata alam kondisi arus air harus dipantau secara berkala,” pungkasnya.***
Sumber : Detik.com










