Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

RDP Dugaan Malapraktik RS Hastien Berujung Ricuh

KARAWANG – Suasana tegang menyelimuti ruang Paripurna DPRD Kabupaten Karawang, Senin (20/10/2025). Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV yang seharusnya menjadi ajang klarifikasi terkait dugaan malapraktik di RS Hastien Rengasdengklok, justru berakhir ricuh.

Kericuhan itu dipicu oleh sikap emosional Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Endang Suryadi, yang dinilai tidak kooperatif dan gagal menunjukkan hasil audit kasus kematian Mursiti (62), warga Bekasi, yang meninggal usai menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

RDP tersebut dihadiri oleh jajaran Komisi IV DPRD Karawang, perwakilan Dinas Kesehatan, manajemen RS Hastien, serta LBH Bumi Proklamasi, Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), dan keluarga korban yang datang bersama kuasa hukumnya.

Forum awalnya berjalan normal, hingga tiba saat Dinas Kesehatan diminta memaparkan hasil audit internal terkait dugaan malapraktik.

Namun, ketika diminta menunjukkan dokumen resmi yang disebut telah “final”, Kadinkes tak mampu menyerahkan satu pun berkas.

Berita Lainnya  Diduga Soal Perbuatan Asusila, Kadishub Karawang Dilaporkan ke BKN

“Dinas Kesehatan tidak bisa menunjukkan hasil investigasi yang dijanjikan. Kami tidak tahu apakah audit itu benar-benar sudah dilakukan atau belum,” kata Ari Priya Sudarma, kuasa hukum keluarga korban, usai rapat.

Ari menilai, kegagalan Dinkes menunjukkan dokumen memperkuat dugaan bahwa pernyataan “audit telah selesai” hanya bersifat klaim sepihak tanpa dasar tertulis.

“Publik disuguhi pernyataan bahwa tidak ada malapraktik, tapi dokumen auditnya tidak pernah muncul. Ini soal nyawa manusia dan akuntabilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Situasi forum memanas. Suara meninggi, meja sempat dipukul, dan suasana berubah gaduh.

Beberapa anggota dewan berupaya menenangkan, namun perdebatan tak terkendali setelah Kadinkes disebut menunjukkan sikap arogan dan menolak menjawab secara substantif.

Menurut Angga Dhe Raka, Ketua Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), sikap Kadinkes mencerminkan lemahnya etika birokrasi dan disiplin pejabat publik.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan Tersangka Gadis 19 Tahun yang Kubur Bayi di Subang

“Dia bilang ke media kasus ini sudah final dan tidak ada malapraktik. Tapi saat ditanya buktinya, tidak ada satu pun dokumen resmi. Ini ironis dan berpotensi menyesatkan publik,” ujarnya.

Angga juga menyebut, hingga kini anggota Komisi IV DPRD sendiri belum pernah menerima salinan hasil audit dari Dinas Kesehatan.

“Kalau dewan saja belum dapat, bagaimana bisa Kadinkes berani menyatakan kasusnya sudah final? Ini bukan sekadar masalah teknis, ini soal integritas,” tegasnya lagi.

Dalam forum yang dihadiri banyak pihak itu, Kadinkes disebut beberapa kali meninggikan suara dan bersikap defensif.

“Saat kami minta klarifikasi dan dokumen audit, beliau justru membentak. Padahal ini forum resmi DPRD, bukan ruang pribadi,” ungkap Angga.

Ia menilai, tindakan emosional itu mencoreng citra birokrasi kesehatan Karawang.

Berita Lainnya  Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

“Dinkes seharusnya datang membawa data, bukan amarah. Kalau memang tak ada malapraktik, tunjukkan buktinya, selesai.”

Karena suasana tidak kondusif, pimpinan Komisi IV DPRD Karawang akhirnya menghentikan rapat lebih awal.

Forum sepakat akan menjadwalkan ulang RDP dengan menghadirkan kembali seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban dan manajemen rumah sakit, agar ada kejelasan tertulis dan resmi.

Bagi FKUB dan kuasa hukum keluarga korban, insiden ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan transparansi di tubuh Dinas Kesehatan Karawang perlu disorot serius.

“Rakyat menunggu kejelasan, bukan kemarahan. Bupati harus mengevaluasi kinerja Kadinkes,” tandas Angga Dhe Raka. (zen)

Sumber : JabarPublisher

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Blunder Pernyataan Sudaryono: “Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo”

JAKARTA - Baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),  Sudaryono sudah mengeluarkan pernyataan yang dinilai 'blunder', karena menyebut program Makan Bergizi Gratis...

Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: “Beresiko Warga Main Hakim Sendiri”

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku tidak setuju dengan keputusan Gubernur...

Resmi Ditahan, Febrie: “Saya Merasa ini Kriminalisasi”

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton oleh Tim 9 Kejaksaan Agung,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan