Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Perjuangan Menantang Maut Pelajar Sukabumi untuk Sampai ke Sekolah

SUKABUMI – Perjuangan luar biasa harus dilakukan oleh puluhan pelajar di Kampung/Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk mengenyam dunia pendidikan.

Mereka harus bertaruh nyawa menuruni dan menyeberangi aliran Sungai Cikarang.

Setiap hari mereka harus menantang maut karena sewaktu-waktu air bah bisa terjadi di sana.

Meskipun harus bertaruh nyawa, para pelajar sekolah dasar dan menengah pertama yang bersekolah di wilayah seberang sungai yakni di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, tetap mengikuti aturan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yakni masuk sekolah pukul 06.30.

Berita Lainnya  Demo Tak Ditanggapi, Dedi Mulyadi Malah Sebar Konten Framing Mahasiswa

Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hiqmah, mengatakan para pelajar itu berangkat lebih pagi agar tidak kesiangan.

Ada yang berangkat pukul 06.00 ada juga yang sebelum itu karena mereka harus berjalan kaki ke sekolah.

“Aturannya masih ngikuti karena serentak, ngikuti aturan tersebut lebih pagi, karena jadwal masuk setengah tujuh, berangkat sebelum setengah tujuh,” ujar Dasep kepada Tribunjabar.id, Sabtu (23/8/2025).

Dasep berharap pemerintah daerah bisa segera membangun jembatan agar masyarakatnya terutama para pelajar dapat beraktivitas seperti biasa.

Berita Lainnya  Lebih Berat, Vonis Terdakwa Korupsi Petrogas Karawang Bertambah Jadi 4 Tahun

Selain sebagai akses menuju sekolah, jembatan yang terputus bahkan hilang akibat banjir bandang pada bulan Maret 2025 itu juga menjadi akses perekonomian bagi warga setempat.

Pemerintah Desa pun sudah berkiirm surat ke Pemda Kabupaten Sukabumi agar dibuatkan jembatan baru.

“Kemarin kita kirim surat lagi ke pak Bupati, kemarin mau survey kembali,” ucap Dasep.

Berita selengkapnya klik :  https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1144033/pelajar-di-sukabumi-menjerit-minta-tolong-ke-kdm-setiap-hari-harus-terjang-sungai-ke-sekolah?page=all.

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan