Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Pemkot Bekasi Lindungi Pekerja Informal, Termasuk Ojol

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan program perlindungan pekerja rentan bertajuk SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal), Selasa (5/11) di Balai Patriot, Kompleks Kantor Wali Kota Bekasi. Program ini juga dikenal dengan inisiatif UCJ (Universal Coverage Jamsostek).

Dalam seremoni yang dihadiri unsur Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, akademisi, komunitas sosial, hingga insan media, Pemkot Bekasi menegaskan komitmen serius untuk memastikan pekerja informal mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar pencapaian angka peserta, melainkan bentuk keberpihakan nyata Pemkot terhadap pelaku ekonomi akar rumput.

Berita Lainnya  Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

“Di balik setiap kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, ada wajah-wajah pengharapan. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun pekerja yang tertinggal dari perlindungan jaminan sosial,” ujar Tri.

Tri memaparkan dinamika ketenagakerjaan di Kota Bekasi yang sangat beragam—mulai dari buruh pabrik hingga pengemudi ojek online, pedagang pasar, guru honorer, nelayan, buruh tani, pelaku UMKM, hingga seniman. Karena itu, program SIGAP dirancang inklusif dan mampu menjangkau seluruh segmen pekerja informal.

Pada tahap awal ini, sebanyak 11.666 pekerja rentan di Kota Bekasi resmi terlindungi melalui program tersebut.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya
Peluncuran program SIGAP Pemkot Bekasi.

Dukungan BPJS Ketenagakerjaan & Selaras dengan Kebijakan Provinsi

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi, A. Fauzan, menyebut peluncuran program SIGAP/UCJ sebagai langkah nyata Pemkot Bekasi dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.

“Program ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi melindungi seluruh pekerja, termasuk sektor informal,” tegas Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa inisiatif Kota Bekasi sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, yang menargetkan perlindungan bagi tiga juta pekerja informal di Jawa Barat. “Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kota Bekasi dan Jawa Barat secara umum,” tambahnya.

Berita Lainnya  Sudah 5 Orang Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, BPSDM Kemhan Sampaikan Duka Cita

Menuju Kota Ramah Pekerja

Peluncuran SIGAP/UCJ menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus mendorong inklusi jaminan sosial bagi seluruh pekerja rentan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bekasi kini semakin mendekati visi sebagai kota ramah pekerja, sekaligus kota yang tidak meninggalkan pekerja informal di belakang.***

Sumber : DeskJabar.com – Pikiran Rakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan