Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Pemkot Bekasi Lindungi Pekerja Informal, Termasuk Ojol

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan program perlindungan pekerja rentan bertajuk SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal), Selasa (5/11) di Balai Patriot, Kompleks Kantor Wali Kota Bekasi. Program ini juga dikenal dengan inisiatif UCJ (Universal Coverage Jamsostek).

Dalam seremoni yang dihadiri unsur Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, akademisi, komunitas sosial, hingga insan media, Pemkot Bekasi menegaskan komitmen serius untuk memastikan pekerja informal mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar pencapaian angka peserta, melainkan bentuk keberpihakan nyata Pemkot terhadap pelaku ekonomi akar rumput.

Berita Lainnya  Wali Kota Bekasi Wajibkan Kepala OPD Gunakan Bahasa Inggris Saat Rapat Daring WFH

“Di balik setiap kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, ada wajah-wajah pengharapan. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun pekerja yang tertinggal dari perlindungan jaminan sosial,” ujar Tri.

Tri memaparkan dinamika ketenagakerjaan di Kota Bekasi yang sangat beragam—mulai dari buruh pabrik hingga pengemudi ojek online, pedagang pasar, guru honorer, nelayan, buruh tani, pelaku UMKM, hingga seniman. Karena itu, program SIGAP dirancang inklusif dan mampu menjangkau seluruh segmen pekerja informal.

Pada tahap awal ini, sebanyak 11.666 pekerja rentan di Kota Bekasi resmi terlindungi melalui program tersebut.

Berita Lainnya  Bongkar Korupsi Ade Kunang, Jaksa KPK Siapkan 80 Saksi
Peluncuran program SIGAP Pemkot Bekasi.

Dukungan BPJS Ketenagakerjaan & Selaras dengan Kebijakan Provinsi

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi, A. Fauzan, menyebut peluncuran program SIGAP/UCJ sebagai langkah nyata Pemkot Bekasi dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.

“Program ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi melindungi seluruh pekerja, termasuk sektor informal,” tegas Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa inisiatif Kota Bekasi sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, yang menargetkan perlindungan bagi tiga juta pekerja informal di Jawa Barat. “Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kota Bekasi dan Jawa Barat secara umum,” tambahnya.

Berita Lainnya  Stasiun KA Bekasi Timur Dibanjiri Buket Bunga, 'Selamat Jalan bagi Mereka yang Telah Tiada'

Menuju Kota Ramah Pekerja

Peluncuran SIGAP/UCJ menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus mendorong inklusi jaminan sosial bagi seluruh pekerja rentan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bekasi kini semakin mendekati visi sebagai kota ramah pekerja, sekaligus kota yang tidak meninggalkan pekerja informal di belakang.***

Sumber : DeskJabar.com – Pikiran Rakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan