Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Kasus Siswa SMP Gorok Kakek Adalah Bukti Sekolah Butuh Kurikulum Wajib Militer

Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Karawang-Purwakarta, Dea Eka Rizaldi SH ikut angkat bicara atas kasus kriminal siswa SMP di Purwakarta yang mencoba melakukan percobaan pembunuhan terhadap kakeknya sendiri.

Menurut Dea Eka, kasus ini menjadi salah satu bukti bahwa beberapa sekolah di Jawa Barat membutuhkan kurikulum wajib militer untuk mendidik para siswanya yang membandel.

Disampaikannya, persoalan kenakalan siswa hari ini tidak bisa dibiarkan. Terlebih ia menemukan beberapa kasusistik bahwa para pelaku begal diantaranya melibatkan siswa sekolah.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

“Saya pikir ini adalah persoalan akut. Makanya Pak Dedi Mulyadi melakukan percepatan program kurikulum wajib militer di beberapa sekolah di Jawa Barat,” tutur Dea Eka, Selasa (29/4/2025).

Oleh karenanya, sambung Dea Eka, ia meminta kepada setiap Dinas Pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat untuk aktif dalam program kurikulum wajib militer ini.

Yaitu dengan cara melaporkan beberapa sekolah yang terindikasi siswanya sering melakukan perbuatan kenakalan remaja.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

“Kita semua sepakat bahwa moral harus lebih dulu dari pada ilmu. Maka lewat kurikulum wajib militer ini Pemprov Jabar berusaha untuk membangun SDM yang berkarakter. Dan DPRD Jabar mendukung penuh upaya itu,” katanya.

Diketahui, warga Perumahan Ciganea Indah, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihebohkan peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu pagi (27/4/2025).

Yaitu dimana seorang bocah berinisial ALH (15) mencoba melakukan perbuatan pembunuhan terhadap kakeknya Suyono (69).

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Kasus kriminal ini menjadi perhatian khusus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulydi. Pasalnya, pelaku masih merupakan bocah siswa SMP yang dibantu salah satu temannya saat mencoba melakukan pembunuhan terhadap sang kakek.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan