Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Kasus Siswa SMP Gorok Kakek Adalah Bukti Sekolah Butuh Kurikulum Wajib Militer

Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Karawang-Purwakarta, Dea Eka Rizaldi SH ikut angkat bicara atas kasus kriminal siswa SMP di Purwakarta yang mencoba melakukan percobaan pembunuhan terhadap kakeknya sendiri.

Menurut Dea Eka, kasus ini menjadi salah satu bukti bahwa beberapa sekolah di Jawa Barat membutuhkan kurikulum wajib militer untuk mendidik para siswanya yang membandel.

Disampaikannya, persoalan kenakalan siswa hari ini tidak bisa dibiarkan. Terlebih ia menemukan beberapa kasusistik bahwa para pelaku begal diantaranya melibatkan siswa sekolah.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

“Saya pikir ini adalah persoalan akut. Makanya Pak Dedi Mulyadi melakukan percepatan program kurikulum wajib militer di beberapa sekolah di Jawa Barat,” tutur Dea Eka, Selasa (29/4/2025).

Oleh karenanya, sambung Dea Eka, ia meminta kepada setiap Dinas Pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat untuk aktif dalam program kurikulum wajib militer ini.

Yaitu dengan cara melaporkan beberapa sekolah yang terindikasi siswanya sering melakukan perbuatan kenakalan remaja.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Setujui Perubahan KUA - PPAS 2026 dan Bahas Raperda APBD 2027

“Kita semua sepakat bahwa moral harus lebih dulu dari pada ilmu. Maka lewat kurikulum wajib militer ini Pemprov Jabar berusaha untuk membangun SDM yang berkarakter. Dan DPRD Jabar mendukung penuh upaya itu,” katanya.

Diketahui, warga Perumahan Ciganea Indah, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihebohkan peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu pagi (27/4/2025).

Yaitu dimana seorang bocah berinisial ALH (15) mencoba melakukan perbuatan pembunuhan terhadap kakeknya Suyono (69).

Berita Lainnya  Ketua Komisi I DPRD Jabar Evaluasi Persiapan Pilkades Digital di Karawang

Kasus kriminal ini menjadi perhatian khusus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulydi. Pasalnya, pelaku masih merupakan bocah siswa SMP yang dibantu salah satu temannya saat mencoba melakukan pembunuhan terhadap sang kakek.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan