BEKASI – Produksi sampah di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat mencapai 2.250 ton per hari menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat dalam menjaga kebersihan wilayah dengan jumlah penduduk sebanyak 3,3 juta jiwa tersebut.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengungkapkan, rata-rata setiap warga menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari. Tinggi volume sampah yang dihasilkan tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara ekstra.
“Setiap hari sudah diambil, tapi kita punya 3,3 juta penduduk Bekasi kan sangat padat, 2.250 ton per hari. Kalau kita kalkulasikan 0,7 per kilo setiap manusia di Kabupaten Bekasi. Makanya ini kita punya PR (pekerjaan rumah), tidak mudah,” katanya saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, di kegiatan Korve Gerakan Indonesia ASRI yang berlangsung di Kalimalang, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Senin (2/3/2026).
Dia mengatakan, titik pembuangan sampah liar atau ilegal kerap dijumpai saat melakukan peninjauan lapangan, sehingga upaya penindakan diperlukan guna mencegah TPS ilegal beroperasi.
“Kita akan berikan tindakan apabila ada yang membuang sampah sembarangan. Kita sudah punya perda, jadi akan kita tindak,” katanya.
Pemkab Bekasi bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) juga berencana membuat sayembara bagi masyarakat yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal. Pelapor yang informasinya terbukti benar akan diberikan hadiah.
“Biasanya mereka buang sampah malam atau subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan kepada kita, akan kita tindak dan kita beri apresiasi,” katanya.
Dirinya turut mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam upaya penanganan sampah. Ke depan, operasi penertiban akan dilakukan secara gabungan bersama unsur Forkopimda, tidak hanya melibatkan perangkat daerah.
“Tidak hanya Bupati dan dinas saja, nanti kita gabung dengan Forkopimda. Ini perlu kerja bersama,” kata dia.***
Sumber : AntaraNews









