Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Ayatollah Ali Khamenei Mati Syahid, Donald Trump Dikecam

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump terus menghadapi tekanan politik dari Kongres menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

Al Jazeera dalam siaran langsungnya menyebut Trump sebelumnya bersikeras bahwa salah satu tujuan tindakan terhadap Iran adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan rezim (regime change).

Namun langkah tersebut memicu gelombang kritik di dalam negeri.

Di Kongres, tekanan terutama datang dari Partai Demokrat serta sejumlah kecil anggota Partai Republik yang menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Trump terlibat dalam konflik Iran bersama Israel.

Mereka menilai Trump telah “merebut” kewenangan Kongres dalam menyatakan perang dan menggantinya dengan keputusan sepihak dari eksekutif.

Berdasarkan Konstitusi AS, kewenangan untuk mendeklarasikan perang berada di tangan Kongres, sementara presiden bertindak sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Berita Lainnya  Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: "Beresiko Warga Main Hakim Sendiri"

Selain dari oposisi, tekanan juga muncul dari sebagian pendukung Trump sendiri di kalangan gerakan MAGA (Make America Great Again). Sejumlah pendukung disebut kecewa atas keputusan presiden membawa AS masuk lebih jauh dalam konflik Timur Tengah.

Meski demikian, dinamika politik di Washington disebut masih sangat bergantung pada perkembangan situasi di Iran dalam beberapa hari ke depan.

Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas

Sementara, pihak berwenang Iran lewat media semi pemerintah setempat, Fars, telah mendeklarasikan masa berkabung usai Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas.
Khamenei tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2).

Berita Lainnya  Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

Media semi pemerintah Iran, Fars, yang dikutip Al Jazeera melaporkan pemerintahan Iran mendeklarasikan 40 hari berkabung dan tujuh hari libur nasional.

Selain Fars, Stasiun Televisi pemerintah Iran IRIB turut melaporkan informasi soal kematian Ali Khamenei setelah serangan habis-habisan AS-Israel ke Iran. .

“Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” demikian laporan IRIB, dikutip CNN, Minggu (1/3).

Fars sendiri mengonfirmasi bahwa Khamenei terbunuh pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Selain itu, Fars Iran juga mengungkapkan terkait detail lebih lanjut tentang pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat “melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya” pada dini hari Sabtu (28/2).

Berita Lainnya  KPK Amankan Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi soal kematian Khamenei. Demikian juga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengindikasikan kuat Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel.

Kediaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan digempur hingga 30 bom dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

Media Israel Channel 12 yang dikutip Times of Israel melaporkan bahwa Israel setelah berkoordinasi dengan AS menjatuhkan 30 bom di kompleks kediaman Khamenei.

Khamenei sendiri telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di negara tersebut.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan