Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Bupati Aep Ngantor Pakai Mobil Listrik Pribadi, Sekda Pakai Sepeda Motor

KARAWANG – Langkah adaptif dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, untuk memberikan contoh kepada para ASN dalam rangka pengematan Bahan Bakar Minyak (BBM), sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

Selasa (30/3/2026), Sekda Asep Aang terpantau masuk kantor menggunakan sepeda motor. Sementara Bupati Aep mmenggunakan mobil listrik pribadi.

“Karena kami rumahnya dekat juga, 9 kiloan lah, kurang dari 10 kilo ya, 9,3 kilo kalau lihat Google Maps, bisa menggunakan motor. Biasanya jika mengendarai mobil menghabiskan bensin sekitar 5 liter, adapun dengan motor habis sekitar 1 liter,” kata Asep Aang, dilansir dari Kompas.

Ia berharap para ASN lainnya dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan penghematan energi ini, demi efisiensi anggaran daerah.

Apresiasi LBH Cakra Indonesia

Atas langkah adaptif ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Indonesia menyampaikan apresiasi atas keteladanan Bupati dan Sekda Karawang yang menunjukkan sikap sederhana dan inspiratif tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap upaya penghematan energi di tengah krisis energi global, sekaligus menjadi contoh positif yang patut diikuti oleh seluruh jajaran aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

LBH Cakra Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karawang yang diinisiasi oleh Bupati Karawang dalam mengelola keuangan daerah secara cermat dan hati-hati. Kebijakan ini dinilai tepat di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tekanan, baik akibat efisiensi anggaran APBN, maupun dampak eskalasi konflik global di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, pengelolaan anggaran daerah yang tepat guna dan penuh kehati-hatian menjadi sangat krusial. LBH Cakra Indonesia menilai bahwa pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam memastikan seluruh kebutuhan belanja daerah tetap terpenuhi tanpa mengabaikan prinsip efisiensi dan prioritas.

Berita Lainnya  Prabowo : "Biaya Pendidikan Sekolah Negeri hingga Universitas Harus Gratis"

Sejalan dengan itu, pengetatan terhadap kegiatan yang tidak bersifat prioritas dinilai perlu dilakukan secara selektif dan terukur. Bahkan, jika diperlukan, kegiatan-kegiatan tersebut sebaiknya dipangkas demi menjaga stabilitas keuangan daerah.

Lebih jauh, dalam proyeksi pembangunan ke depan, LBH Cakra Indonesia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan berbasis proyek fisik semata. Pembangunan karakter sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama, khususnya dalam menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan aparatur pemerintah, lembaga legislatif, yudikatif, serta masyarakat luas, terutama generasi muda.

Hal ini penting sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Di sisi lain, pembangunan logistik pangan juga harus menjadi prioritas utama guna mengantisipasi dampak dari eskalasi global yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan. Ketersediaan pangan yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan daerah di tengah situasi krisis.

Berita Lainnya  Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

LBH Cakra Indonesia menekankan pentingnya peningkatan antisipasi dan kontrol terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya ini dapat diperkuat melalui partisipasi aktif masyarakat, salah satunya dengan menghidupkan kembali sistem ronda secara menyeluruh di setiap desa, sehingga rasa aman dan perlindungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dengan berbagai langkah strategis tersebut, LBH Cakra Indonesia optimistis bahwa Kabupaten Karawang mampu menghadapi tantangan global dengan lebih tangguh dan adaptif,” tutur Inggar Permana, Perwakilan LBH Cakra Indonesia, melalui rilisnya kepada Opiniplus.com***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan