Selasa, Juni 16, 2026
spot_img

Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno. Seharusnya, ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap ijon proyek yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan, Nyumarno tidak hadir tanpa memberikan keterangan atau pemberitahuan kepada penyidik. “Artinya sampai saat ini saudara NY atau Nyumarno, anggota DPRD Bekasi, mangkir tanpa pemberitahuan,” kata Budi kepada awak media, Kamis (8/1/2026).

Budi menegaskan, keterangan setiap saksi sangat dibutuhkan penyidik untuk melengkapi alat bukti dalam proses penyidikan perkara tersebut. Karena itu, KPK mengimbau Nyumarno agar memenuhi panggilan penyidik pada penjadwalan pemeriksaan berikutnya.

Berita Lainnya  Baru Sehari Dicopot Jabatan oleh Presiden Prabowo, Eks Kepala BGN Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada yang bersangkutan. Untuk penjadwalan pemeriksaan selanjutnya agar yang bersangkutan bisa hadir dan memenuhi panggilan penyidik,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan upaya penjemputan paksa, Budi menyatakan KPK akan melihat perkembangan ke depan. “Ya, kita lihat nanti perkembangannya, yang pasti KPK mengimbau agar pada penjadwalan berikutnya yang bersangkutan bisa hadir,” kata Budi.

Diketahui, Nyumarno sebelumnya dijadwalkan diperiksa berbarengan dengan Aria Dwi Nugraha yang juga anggota DPRD Bekasi. Penyidik mendalami Aria Dwi soal aliran uang dan beberapa proyek di Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Larang ASN 'Ngonten' Pakai Seragam dan Atribut Dinas

“Penyidik mendalami terkait dengan pengetahuan saksi ADN terkait dengan proyek-proyek pengadaan di Bekasi. Termasuk soal aliran-aliran uang yang berkaitan dengan proyek-proyek tersebut,” kata jubir KPK Budi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Kamis (8/1/2025).

Sementara itu, ketika rampung diperiksa penyidik KPK, tak banyak yang dikatakan Aria ketika dikonfirmasi oleh awak media. “Sedikit aja, cuma jelasin aja sebagai kesaksian,” kata Aria digedung KPK.

Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara dan ayahnya H.M. Kunang, serta Sarjan sebagai tersangka dugaan suap ijon proyek. Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 18 Desember lalu.

Berita Lainnya  Anggota Dewan Laporkan Mantan Anggota Dewan, Dugaan Penggelapan Dana Investasi Rp 110 Juta

Sebagai saksi dalam penyidikan dugaan suap ijon proyek yang melibatkan Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara, ayahnya H.M. Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan. KPK masih terus mendalami peran para pihak yang diduga mengetahui alur pemberian dan penerimaan suap dalam perkara tersebut.***

Sumber : RRI.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Kejagung Bakal Periksa Seluruh Pengadaan Barang di BGN, dari Motor Listrik hingga Sepatu

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku bakal memeriksa seluruh pengadaan barang di Badan Gizi Nasional (BGN) buntut dugaan kasus korupsi tata kelola program Makan...

Disorot Mendagri, Rp 3,5 Triliun Belanja Pegawai Pemkab Bekasi Urutan Kedua Setelah Kaupaten Bogor

BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sampaikan solusi dan langkah terkait pengeluaran APBD untuk belanja pegawai daerah itu agar...

Bawa Isu Nasional hingga Soroti Kepemilikan SPPG oleh Anggota Dewan, Aliansi Mahasiswa Demo DPRD Kota Bekasi

KOTA BEKASI - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, pada Senin (15/06/26) Kedatangan mereka...

ASN di Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

PURWAKARTA - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di kediamannya di Jalan Patinggi III,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan