Selasa, Juni 16, 2026
spot_img

Miliki Hubungan Dekat, Dedi Mulyadi Pernah Ingatkan ‘Si Raja Bongkar’

BEKASI – Setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menetapkan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ‘ijon’ proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Penetapan tersangka terhadap “Si Raja Bongkar” alias Ade Kunang juga diikuti oleh penetapan tersangka lainnya, yakni Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan sekaligus ayah dari Bupati Ade yang bernama H.M. Kunang dan pihak swasta bernama Sarjan.

Lantas Bagaimana Tanggapan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang sempat memberikan julukan ‘Si Raja Bongkar’ kepada tersangka Ade Kunang?.

Berita Lainnya  Tokoh Muda Golkar Dorong 'Mas Bahlil Ganteng' Nyapres 2029

Dilansir dari Kompas.com pada Jumat (19/12/2025), KDM mengakui memiliki kedekatan dengan Bupati Bekasi, karena alasan memiliki perhatian yang sama terhadap persoalan lingkungan dan penataan wilayah.

“Tetapi, tentunya saya termasuk yang dekat ya dengan Bupati Bekasi, karena sejak kepemimpinan awalnya sangat konsen terhadap normalisasi sungai dan penataan Bekasi yang sudah lama kumuh,” katanya.

KDM juga mengaku sering mengingatkan Bupati Bekasi agar tetap memegang prinsip kepatutan dalam menjalankan pemerintahan.

Berita Lainnya  Optimalisasi PAD, Pemkab Bekasi Siapkan Penertiban Pajak Air Tanah

“Selama ini kalau saya bertemu dia selalu ngingetin, tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kepatutan,” tuturnya.

KDM bahkan menyebut Bupati Bekasi selalu membantah jika diingatkan soal potensi pelanggaran.

“Saya selalu ngingetin sama dia. Dia selalu mengatakan, ‘enggak ada Pak.’ Tapi kalau sekarang terjadi ya di luar apa yang saya sampaikan selama ini pada Bupati,” terangnya.

Atas perkara ini, KDM juga mengingatkan kepada kepala daerah lain di Jawa Barat terkait pentingnya menjalankan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Berita Lainnya  Tak Ada Intruksi Prajurit TNI Turut Serta Berantas Begal

“Yang lainnya, tidak boleh lagi terjadi di Jawa Barat, semua orang harus konsisten pada upaya-upaya untuk melaksanakan pemerintahan secara baik,” tutur Dedi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BEM Bersatu Duga Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

JAKARTA - Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menduga ada oknum mantan petinggi militer, yakni Jenderal TNI (Purnawirawan) SS di balik gerakan penolakan...

Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

KARAWANG - Belum juga reda rasa sedih dan amarah publik terhadap kasus pencabulan balita perempuan usia 3 tahun oleh ayah kandungnya J (39), warga...

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA - Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta - Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset...

Detik-detik Mahasiswa Teriaki Budiman Sudjatmiko ‘Pengkhianat Reformasi’

JAKARTA - Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026)...

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan