KARAWANG – Ada suasana berbeda di halaman SD Islam Al-Azhar 41 Karawang pada Kamis (20/11/2025). Yaitu dimana para siswa kelas IV terlihat menjajakan jajanan tradisional kepada siswa lainnya.
Terpantau, para siswa menjajakan jajanan tradisional seperti sekoteng, kue ali, keripik sukun, peuyeum, semprong, bugis, basreng, kembang goyang, sasagon dan lain sebagainya.
Mereka juga terlihat membuat kerajinan tradisional seperti layang-layang, kerajinan berbahan eceng gondok, hingga kerajinan tradisional lainnya.
Bertemakan ‘Parent’s Day & Narasumber’, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran di luar kelas siswa SD Islam Al-Azhar 41 Karawang untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan siswa terhadap seni dan budaya tradisional.
Kepala Sekolah SD Islam Al-Azhar 41 Karawang, Obay Sobari M.Pdi menyampaikan, bahwa kegiatan belajar di luar kelas seperti ini merupakan bentuk pembelajaran rutin yang dilakukan setiap kelas. Sehingga dalam satu tahun ada enam kegiatan pembelajaran seperti ini.
Untuk temanya sendiri bervariatif, mulai dari seni, budaya, kesehatan, lingkungan, teknologi dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini meriah dan sukses ya!. Para siswa, guru dan orang tua siswa semuanya antusias,” tutur Obay Sobari M.Pdi, kepada Redaksi Opiniplus.com.
Disampaikannya, melalui kegiatan ini SD Islam Al-Azhar 41 Karawang mencoba menumbuhkan semangat belajar para siswa. Lebih dari itu juga diharapkan dapat tertanam kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional sejak dini.
“Setiap siswa itu potensi dan kreativitasnya kan berbeda-beda ya!. Dengan kegiatan ini, kita ingin coba melihat seberapa besar antusiasme dan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya tradisional,” paparnya.
Ditegaskan Obay, Parent’s Day & Narasumber juga sebagai bentuk komitmen SD Islam Al-Azhar 41 Karawang untuk melestarikan kesenian dan budaya tradisional daerah.
“Di luar ekstrakurikuler, tentu kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti ini akan terus menjadi program SD Islam Al-Azhar 41 Karawang,”
“Seperti kegiatan sebelumnya, kita juga mendukung program di bidang lingkungan. Yaitu dimana para siswa diajarkan membuat kerajinan dari bahan sampah,” tutupnya.***










