Sabtu, September 26, 2026
Google search engine

Pemkot Bekasi Lindungi Pekerja Informal, Termasuk Ojol

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan program perlindungan pekerja rentan bertajuk SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal), Selasa (5/11) di Balai Patriot, Kompleks Kantor Wali Kota Bekasi. Program ini juga dikenal dengan inisiatif UCJ (Universal Coverage Jamsostek).

Dalam seremoni yang dihadiri unsur Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, akademisi, komunitas sosial, hingga insan media, Pemkot Bekasi menegaskan komitmen serius untuk memastikan pekerja informal mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar pencapaian angka peserta, melainkan bentuk keberpihakan nyata Pemkot terhadap pelaku ekonomi akar rumput.

Berita Lainnya  Berawal dari 'Heureuy', Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

“Di balik setiap kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, ada wajah-wajah pengharapan. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun pekerja yang tertinggal dari perlindungan jaminan sosial,” ujar Tri.

Tri memaparkan dinamika ketenagakerjaan di Kota Bekasi yang sangat beragam—mulai dari buruh pabrik hingga pengemudi ojek online, pedagang pasar, guru honorer, nelayan, buruh tani, pelaku UMKM, hingga seniman. Karena itu, program SIGAP dirancang inklusif dan mampu menjangkau seluruh segmen pekerja informal.

Pada tahap awal ini, sebanyak 11.666 pekerja rentan di Kota Bekasi resmi terlindungi melalui program tersebut.

Berita Lainnya  Andre Taulany Kian Mantap Nikahi Amanda Rigby
Peluncuran program SIGAP Pemkot Bekasi.

Dukungan BPJS Ketenagakerjaan & Selaras dengan Kebijakan Provinsi

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi, A. Fauzan, menyebut peluncuran program SIGAP/UCJ sebagai langkah nyata Pemkot Bekasi dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.

“Program ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi melindungi seluruh pekerja, termasuk sektor informal,” tegas Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa inisiatif Kota Bekasi sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, yang menargetkan perlindungan bagi tiga juta pekerja informal di Jawa Barat. “Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kota Bekasi dan Jawa Barat secara umum,” tambahnya.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

Menuju Kota Ramah Pekerja

Peluncuran SIGAP/UCJ menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus mendorong inklusi jaminan sosial bagi seluruh pekerja rentan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bekasi kini semakin mendekati visi sebagai kota ramah pekerja, sekaligus kota yang tidak meninggalkan pekerja informal di belakang.***

Sumber : DeskJabar.com – Pikiran Rakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Kamar Kos Aktivis Mahasiswa di Bekasi Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamar kos milik Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, diduga dibakar oleh orang tak...

Viral Karyawan Minimarket Menangis Emosional Saat Memergoki 2 Emak-emak Mengambil Barang Tanpa Membayar

Pegawai Indomaret di OKU Selatan menangis emosional karena sering harus menombok atau mengganti barang yang hilang akibat pencurian saat memergoki dua emak-emak atau ibu-ibu...

Akibat Kepsek Tampar Siswa, Sejumlah Wali Murid dan Siswa Gelar Protes di SMPN 18 Kota Malang

Aksi protes oleh ratusan siswa dan wali murid terjadi di SMPN 18 Kota Malang pada Jumat, 25 September 2026 pagi. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh...

Hukum

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan