Rabu, Agustus 12, 2026
spot_img

78 Siswa Cianjur Keracunan MBG, Dinkes Tetapkan Status KLB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah di daerah tersebut.

Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan penetapan status KLB memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih terpusat dan terkoordinasi oleh berbagai pihak.

“Tim medis segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap faktor penyebab dan pihak-pihak terkait dalam kejadian ini,” ujar Yusman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/4/2025).

78 Orang Terdampak, Sebagian Masih Dirawat

Total korban keracunan tercatat mencapai 78 orang, terdiri dari 55 siswa MAN 1 Cianjur dan 23 siswa SMP PGRI 1 Cianjur. Sebagian besar korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi hidangan MBG pada Senin (21/4/2025).

Berita Lainnya  Mobil yang Ditumpangi Kiyai Anwar Zahid Alami Kecelakaan Beruntun

“Sebagian besar siswa yang mengalami gejala sempat menjalani perawatan di rumah sakit sudah pulang. Namun masih ada beberapa siswa yang masih dirawat,” ungkap Rahman Jaenudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas MAN 1 Cianjur.

Rahman menambahkan, pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan para orangtua dan mendata siswa yang dirawat di fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas.

“Sampai saat ini jumlah siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak lima orang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Cianjur, Rika Mustikawati, menyampaikan bahwa sebanyak 23 siswa di sekolahnya mengalami gejala serupa. Dari jumlah tersebut, tiga siswa dirawat di rumah sakit.

Berita Lainnya  Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

“Sejak semalam kita sudah menerima laporan soal siswa yang mengalami keracunan. Hingga kini pun kita terus berkomunikasi dengan para orang tua siswa,” kata Rika.

Tak hanya siswa, sejumlah guru yang ikut mengonsumsi makanan MBG juga mengalami gejala keracunan. Menurut Rika, tiga guru mengalami gejala ringan dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

“Ada tiga guru yang mengalami keracunan, tapi kondisinya ringan, sehingga bisa ditangani secara mandiri di rumah,” ujarnya.

Pemeriksaan Sampel dan Langkah Penanganan

Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dari dapur MBG serta sampel muntahan para korban. Semua sampel telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat untuk diuji.

Berita Lainnya  Blunder Pernyataan Sudaryono: "Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo"

“Normalnya hasil laboratorium keluar dalam dua pekan, tapi kami sudah meminta percepatan minimal satu minggu. Alhamdulillah, pihak Dinkes provinsi merespons positif. Mudah-mudahan hasilnya bisa segera diketahui,” tutur Yusman.

Yusman juga memastikan bahwa seluruh pasien akan ditangani secara komprehensif hingga benar-benar pulih.

Dinkes juga menginstruksikan tenaga medis di puskesmas untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam melakukan pendataan dan pemantauan terhadap semua siswa yang mengonsumsi makanan MBG.

“Selain ditetapkan sebagai KLB, kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak karena diduga berkaitan dengan program MBG,” tegasnya.

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

Polisi Tangkap 2 Orang Dalam Kasus Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

JAKARTA - Polisi menangkap dua orang kasus challenge hafalan Al Quran berhadiah minuman keras di salah satu booth festival musik The Sounds Project di...

Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu – Tanggerang Selatan

TANGGERANG - Terjadi kecelakaan di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026), setelah seorang pelajar SMA tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa yang terjadi sekitar...

Dugaan Korupsi KPR BTN, Manajemen PT. BAS Janji Koperatif dan Selesaikan Sengketa Konsumen

KARAWANG - Terkait dugaan korupsi KPR Bank BTN yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Manajemen PT. Bumi Artha Sedayu (BAS) akhirnya angkat bicara. Plt. Direktur...

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

Hukum

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan