Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Tegur Jangan Berisik, Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Malah Dianiaya Keluarga Pasien

Polisi menyelidiki kasus petugas satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) yang dianiaya pihak keluarga pasien. Polisi mencari pelaku penganiayaan.

“Pelaku sudah kita identifikasi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Sabtu (5/4/2025).

Kompol Binsar sudah mendatangi pihak korban di RS. Polisi masih melengkapi alat bukti dengan meminta keterangan kepada saksi-saksi hingga rekaman CCTV terkait kasus tersebut.

stri korban, BD, mengatakan sudah membuat laporan ke polisi terkait kasus penganiayaan ini. Dia sudah dimintai keterangan untuk berita acara pemeriksaan (BAP).

Berita Lainnya  2 Bocah Kakak-Adik Meninggal Dunia Setelah Kamar Rumah Kebakaran, Benarkah karena Ledakan Charger Handphone?

“Iya, kemarin datang. Sudah masuk BAP,” kata BD saat dimintai konfirmasi terpisah.

BD mengatakan penganiayaan terhadap suaminya dilakukan oleh keluarga pasien. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (29/3).

“(Pelakunya) satu orang, cucu keluarga pasien,” kata BD.

Penganiayaan terjadi saat anggota sekuriti itu memberikan edukasi kepada pihak keluarga pasien untuk tidak berisik di area RS.

Namun pihak pasien justru menyalakan motor yang menggunakan knalpot di dekat area IGD dan memarkirkan kendaraan dalam posisi menghalangi jalur ambulans.

Berita Lainnya  Aksi Pengejaran Mobil CR-V Pelaku Tabrak Lari Berlangsung Dramatis, Warga Temukan Plastik Diduga Narkotika

“(Saat itu) pelaku mau menjenguk kakeknya di ICU,” imbuhnya.

Sekuriti kemudian kembali menegur pihak pasien. Namun pihak pasien marah dan melakukan penganiayaan hingga korban kehilangan kesadaran diri.

Korban berinisial S lalu dibanting dan kepalanya terbentur aspal hingga mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Pelaku juga sempat menjatuhkan badan hingga meniban korban.

Pihak manajemen RS Mitra Keluarga mengecam kekerasan terhadap anggota sekuriti mereka.

Pihak RS Mitra Keluarga menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk memproses kasus tersebut.

Kami tidak menoleransi segala jenis kekerasan yang terjadi di lingkungan Mitra Keluarga,” kata pihak manajemen RS Mitra Keluarga saat diminta konfirmasi, Jumat (4/4).

Berita Lainnya  Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

“Terkait langkah selanjutnya, kami menghormati dan mendukung proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” tambahnya.

Pihak RS Mitra Keluarga juga menyampaikan bahwa sekuriti mereka masih dalam perawatan di Mitra Keluarga. Korban dikabarkan dalam kondisi stabil.

Sumber : Detik

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan