Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Smelter Titanium PT. Monokem Surya Meledak, 2 Pekerja Tewas Akibat Combustio 80%

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Akibat insiden ledakan smelter titanium milik PT. Monokem Surya di Jalan Raya Rengasdengklok Kabupaten Karawang – Jawa Barat, dua pekerja dinyatakan tewas setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden ini terjadi pada Senin (16/12/2024), sekitar pukul 08.00 WIB. Kedua korban tewas diketahui bernama Kasyanto (29) dan Achmad Lutfi Pamungkas (27).

Dan satu korban dinyatakan selamat, karena hanya mengalami combustio (luka bakar) sekitar 10%. Tetapi masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Awalnya ketiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Hastin Rengasdengklok. Kedua korban yang mengalami combustio hampir 80% di bagian tubuhnya, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Primaya Karawang.

Berita Lainnya  Soroti Warga Terpapar Gas Kimia, HIPMI Desak Audit IPAL Milik PT. Pindo Deli 2

Dalam masa perawatan, kedua korban menghembuskan nafas terakhir. Diduga tak kuasa menahan rasa sakit combustio yang merusak jaringan kulit tubuh.

Atas insiden ini, belum ada keterangan resmi yang diberikan pihak Manajemen PT. Monokem Surya. Tetapi luka mendalam tentu dialami keluarga korban yang meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan.

Dilansir dari beberapa media, sebelumnya Rino kakak ipar Almarhum Kasyanto meminta PT. Monokem Surya bertanggungjawab atas peristiwa yang menimpa adik iparnya yang menjadi korban ledakan smelter pada saat sedang bekerja.

Berita Lainnya  Seorang Balita Menangis Sendirian Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Ayah Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Postingan Video Anaknya di Takedown

“PT. Monokem harus bertanggungjawab atas peristiwa ini,” kata Rino kepada wartawan di ruang tunggu pasien rumah sakit Primaya Karawang, Selasa (17/12/24).

Ia pun menceritakan kondisi Kasyanto yang sudah dibalut perban di sekujur tubuhnya akibat luka bakar ledakan smelter milik PT. Monokem Surya. Bahkan dirinya tak sanggup melihat kondisi luka yang cukup parah itu.

“Saya enggak sanggup melihat kondisi Kasyanto karena lukanya cukup parah, dan sekarang saya maksain melihat langsung dan kondisinya cukup prihatin,” katanya.

Berita Lainnya  PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

Untuk diketahui, smelter titanium adalah fasilitas pengolahan biji ilmenite menjadi titanium slag. Smelter merupakan pabrik yang berfungsi untuk memisahkan logam dari bahan tambang, menghilangkan kontaminan, dan menghasilkan logam murni atau produk logam yang lebih bernilai.

Sementara combustio adalah kondisi luka bakar, merupakan kondisi ketika adanya kerusakan pada jaringan kulit yang disebabkan oleh panas, bahan kimia, listrik, radiasi atau matahari.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan