SEBUAH video memperlihatkan seorang balita menangis sendirian di sebuah tenda Gunung Prau di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, karena diduga sengaja ditinggalkan orangtuanya yang sedang summit atau naik ke puncak gunung.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah videonya diunggah oleh akun TikTok @alifs827. Dalam rekaman tersebut, balita yang mengenakan jaket biru dan celana hitam itu tampak menangis tanpa didampingi orang dewasa.
“Ditinggal orang tuanya summit,” kata pengunggah video.
Dalam video itu, sejumlah pendaki yang berada di sekitar lokasi berinisiatif menemani dan menjaga anak itu sembari menunggu orang tuanya kembali.
Seorang pendaki perempuan juga terlihat berusaha membujuk balita tersebut agar mau digendong. Namun, anak itu menolak sambil menangis, meminta pulang, dan terus menyebut nama orang tuanya.
Setelah hampir 1,5 jam, ayah dari anak tersebut kemudian kembali ke tenda. Dalam video yang beredar, sang ayah mengira bahwa jarak antara area camp ke puncak sudah dekat.
“Saya sudah prepare, dikiranya dekat,” kata ayah sang balita, saat menanggapi pernyataan pendaki lain untuk tidak meninggalkan anaknya sendirian di tenda.
Sementara, dalam video yang diunggah akun @ranger_prau, ayah balita laki-laki tersebut mengakui kelalaiannya dalam menjaga sang buah hati.
“Saya selaku orang tua, ingin memohon maaf atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya. Ini akan menjadi pelajaran buat saya untuk menjaga anak saya dengan lebih baik lagi,” kata dia dikutip Sabtu (17/10/2026).
Ia mengatakan kejadian ini menjadi teguran baginya selaku orang tua untuk bisa lebih baik lagi dalam menjaga buah hati. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pendaki yang telah menjaga anaknya ketika menangis sendirian di dalam tenda.
“Saya ucapkan terima kasih, kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya. Kejadian ini menjadi teguran bagi saya selaku orang tua. Mohon maaf sebesar-besarnya,” kata pria tersebut.
Dalam keterangan di caption, dijelaskan bahwa balita itu dalam keadaan tidur sebelum mereka melakukan summit atau menuju puncak gunung. Orang tua mengaku telah menitipkan anaknya kepada seorang teman yang tendanya bersebelahan.
Namun, ketika balita itu terbangun, teman yang dititipi untuk menjaganya ternyata tidur. Anak tersebut kemudian ditemukan dan ditolong oleh pendaki lain yang berada di sekitar lokasi.
“Anak sebelum di tinggal summit dalam keadaan tidur dan dititipkan ke temannya yang tendanya bersebelahan. Tapi ternyata saat si anak terbangun sampai nangis temannya ketiduran, hingga akhirnya sang anak di tolong oleh pendaki yang ada di video yang lagi viral tersebut,” demikian keterangan dari @ranger_prau.
Selain menyampaikan permintaan maaf, pihak orang tua juga memohon agar video yang memperlihatkan anak mereka menangis sendirian di dalam tenda segera diturunkan atau dihapus dari media sosial.
“Atas nama orang tua memohon maaf dan meminta untuk video anaknya segera di takedown atau hapus, terima kasih,” kata akun @ranger_prau.***

