Rabu, Agustus 12, 2026
spot_img

Bupati Sibuk Koordinasi, Jembatan Cicangor Disiapkan Skema Teknis Pengerjaan Baru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera membuat jembatan darurat, karena proses pemasangan jembatan rangka baja prafabrikasi (bailey) sebagai alternatif amblesnya Jembatan Cicangor, Kabupaten Karawang, mengalami kendala teknis.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh, di Karawang, Senin (17/3/2025), menyampaikan selama ini banyak masyarakat yang menanyakan progres penanganan amblesnya Jembatan Cicangor. Namun karena penanganannya wewenang Pemprov Jabar, ia langsung melakukan koordinasi.

“Saya langsung menelepon Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar untuk menanyakan progres pembangunan jembatan bailey, dalam penanganan amblesnya Jembatan Cicangor,” katanya setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Karawang.

Progres penanganan amblesnya Jembatan Cicangor dipertanyakan banyak masyarakat, karena sebelumnya Pemprov Jabar berjanji akan menuntaskan pemasangan jembatan bailey hingga dua pekan ke depan sejak awal Maret 2025.

Namun sampai pertengahan Maret, tidak terlihat progres yang signifikan dalam proses pemasangan jembatan bailey tersebut. Bahkan disebutkan masyarakat selama beberapa hari terakhir sudah tidak ada pekerjanya.

“Saya sudah berkoordinasi dan semuanya telah dijelaskan oleh Pak Kadis Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar,” katanya lagi.

Bupati mengatakan, sesuai hasil koordinasi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar kini sedang menyiapkan skema teknis pengerjaan yang baru. Sebab tiang fondasi jembatan terus turun hingga 2,7 meter dan membahayakan jika pekerjaan pemasangan bailey dilanjutkan.

Atas kondisi itu, Pemprov Jabar dengan sumber daya yang ada akan terlebih dahulu membongkar beton dan melepas rangka baja utama jembatan lama, sehingga ketika pemasangan bailey, semua berjalan dengan aman.

Selanjutnya, sambil penyesuaian teknis pekerjaan berlangsung, pemprov akan terlebih dahulu membuat jembatan darurat yang bisa dilintasi motor untuk membantu mobilitas warga yang sekian hari terganggu karena jembatan putus.

“Pak Kadis Bina Marga juga menyampaikan bahwa Jembatan Cicangor ini menjadi prioritas untuk dibangun ulang melalui anggaran perubahan tahun 2025, sehingga menjadi jembatan permanen yang baru, kokoh dan kuat,” kata Bupati Karawang itu pula.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar melakukan pembangunan jembatan rangka baja prafabrikasi (bailey) sebagai alternatif akibat putusnya Jembatan Cicangor, Karawang akibat luapan Sungai Cibeet.

Kepala DBMPR Jabar Bambang Tirtoyuliono mengungkapkan hal itu dilakukan juga untuk mengaplikasikan instruksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk segera ada tindakan supaya jalur lalu lintas Jalan Badami-Loji yang menjadi penghubung Karawang-Bogor kembali tersambung.

“Jembatan Cicangor kolaps akibat banjir. Kami sudah identifikasi semuanya. Kemudian kami sedang lakukan langkah persiapan. Misal airnya surut, kami segera masuk (bangun jembatan bailey). Mudah-mudahan segera,” katanya lagi.

Panjang Jembatan Cicangor, kata dia, sekitar 65 meter dengan lebar 7 meter, dan menjadi akses utama masyarakat yang harus segera disediakan alternatif, sambil dibangun ulang.

Jembatan Cicangor Kolaps Pada Awal Maret 2025

Jembatan Cicangor di jalan Badami-Loji, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat amblas pada Senin malam, 3 Maret 2025.

Amblasnya jembatan tersebut akibat derasnya aliran sungai hingga membuat pondasi jembatan perlahan terkikis.

Petugas menutup jembatan itu, sehingga akses utama dari Loji menuju Karawang kota atau sebaliknya tak bisa dilintasi kendaraan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sekda Karawang Asep Aang Rahmatullah saat dihubungi di Karawang di malam yang sama, menyebutkan bahwa jembatan tersebut penghubung jalan provinsi, sehingga kewenangan perbaikannya ada di Pemprov Jawa Barat.

Meski begitu, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. (Antara)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

Polisi Tangkap 2 Orang Dalam Kasus Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

JAKARTA - Polisi menangkap dua orang kasus challenge hafalan Al Quran berhadiah minuman keras di salah satu booth festival musik The Sounds Project di...

Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu – Tanggerang Selatan

TANGGERANG - Terjadi kecelakaan di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026), setelah seorang pelajar SMA tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa yang terjadi sekitar...

Dugaan Korupsi KPR BTN, Manajemen PT. BAS Janji Koperatif dan Selesaikan Sengketa Konsumen

KARAWANG - Terkait dugaan korupsi KPR Bank BTN yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Manajemen PT. Bumi Artha Sedayu (BAS) akhirnya angkat bicara. Plt. Direktur...

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

Hukum

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan